Pemkab Blitar Beri Deadline PT Greenfield Indonesia Tangani Limbah

0
9 views

Blitar, InfobanuaAkhirnya DPRD Kabupaten Blitar dan Pemkab Blitar sepakat memberikan waktu sepekan kepada PT Greenfield Indonesia untuk program percepatan penanganan limbah. Hal ini disepakati dalam hearing antara DPRD, Pemkab Blitar dan perwakilan peternakan sapi PT Greenfield Indonesia, Rabu (29/1/2020).

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Panoto mengatakan, dalam hearing masing-masing yang dihadirkan diberikan waktu untuk  memberikan penjelasan. Hasilnya, Dewan dan Pemkab Blitar, sepakat untuk memberikan waktu hingga pekan depan kepada PT Greenfield Indonesia untuk membuat program percepatan penanganan limbah.

Selama percepatan penanganan limbah ini, DPRD menyarankan agar peternakan sapi PT Greenfield Indonesia untuk mengurangi jumlah ternaknya. Sehingga volume limbah yang dihasilkan juga ikut berkurang.

Sebelumnya DPRD sudah pernah mengundang peternakan sapi PT Greenfield Indonesia untuk membahas masalah limbah yang banyak dikeluhkan warga tersebut. Pertemuan saat itu sebenarnya bertujuan untuk mendengarkan progres penanganan limbah. Namun ternyata, tidak ada perkembangan dalam menangani limbah. Terbukti keluhan masyarakat atas dampak limbah itu justru semakin banyak. Ternyata yang disampaikan pihak PT Greenfield Indonesia hanya sebatas rencana program penanganan limbah. “Ini sangat jauh dari harapan kami. Padahal seperti yang kita tahu, kondisi di lapangan sangat serius dan perlu solusi cepat,” kata Panoto.

Sementara Head Of Diary Farm PT Greenfields Indonesia, Heru Prabowo yang hadir dalam hearing tersebut mengatakan, pihaknya akan membicarakan lebih lanjut rekomendasi yang diberikan Dewan. “Terkait rekomendasi ini saya harus koordinasi dengan tim operasional yang ada di peternakan bagaimana secara teknis bisa dilakukan terkait pengurangan populasi ternak sampai memenuhi kapasitas pengolahan limbah,” terang Heru.

Heru mengaku selama ini pihak peternakan terus melakukan pembenahan terkait pengelolaan limbah kotoran sapi, yakni mendaur ulang limbah padatnya dijadikan pasir untuk pupuk, kemudian limbah cairnya dialirkan untuk penanaman rumput odot (rumput gajah pendek) sebagai pakan ternak bekerja sama dengan warga sekitar, dengan sistem saling menguntungkan. “Kita serius menangani limbah dan banyak hal yang sudah kami lakukan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya sejumlah aliran sungai yang berada di bawah peternakan sapi PT Greenfield Indonesia di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kab.Blitar, berubah warna menjadi keruh berbuih. Tak hanya itu, aliran sungai yang dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari itu juga berbau mirip kotoran sapi. Dan LSM Ganas juga pernah mengadu ke DPRD tentang Sungai Tlethong (Kotoran Sapi). (oke).

KETERANGAN FOTO:
Hearing, DPRD, Pemkab Blitar dan PT.Greenfield Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.