Polres Blitar Kota, Ringkus 11 Pelaku Kriminal Dalam Sepekan

0
9 views
Resort Blitar Kota, Jalan PB. Sudirman, Kota Blitar.

BLITAR, infobanua – Polres Kota Blitar di awal 2020 dalam operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) digelar selama sepekan, berhasil mengamankan 11 pelaku kriminal diamankan oleh korp baju cokelat ini. Kesebalas orang ini, merupakan pelaku kriminal dari kasus narkoba dan perjudian. Dari ungkap kasus ini polisi mengamankan barang bukti sekitar 800 butir pil dobel L, 2,67 gram sabu-sabu, uang ratusan ribu, ponsel dan peralatan judi.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela, dalam pres rilis yang digelar Jumat (24/1/2020) menyampaikan penyakit masyarakat menjadi fokus dan sasaran dari jajaranya. Karena penyakit masyarakat ini seringkali menimbulkan gejolak dan keresahan di lingkungan masyarakat.

“Sejumlah kasus yang kami ungkap ini yang sering terjadi di masyarakat. Sejumlah kasus itu merupakan kejahatan kategori penyakit masyarakat yang menjadi perhatian kami, walau toh semua masyarakat tidak terindikasi dengan Pekat (penyakit masyarakat), tetapi hal itu kita tetap mewaspadai dan memberi rasa aman sehingga tidak terpengaruh adanya kasus kasus yang jadi target Pekat,” kata Leonard.

Menurutnya, dari 11 tersangka tersebut 8 di antaranya merupakan tersangka kasus narkoba dan 3 tersangka kasus perjudian. Kasus dalam sepekan ini diungkap oleh jajaran Satresnarkoba dan Polsek jajaran Polres Blitar Kota.

Selanjutnya Leonard mengatakan, seringkali para pengedar menyasar target anak-anak muda yang putus sekolah dengan indikasi paling banyak adalah pil dobel L. Para pengedar yang ditangkap tak hanya dari Blitar, tapi juga dari luar daerah.

Terkait hal ini Leonard mengimbau kepada para orang tua agar memperketat dan mengawasi pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai anak-anaknya terjerumus dalam kasus peredaran narkoba. “Pengedar narkoba yang kami tangkap ada yang berasal dari wilayah Tulungagung dan Kediri. Dia memasarkan narkoba ke anak muda di wilayah hukum Polres Blitar Kota,” jelasnya.

“Kalau judi yang kami ungkap jenisnya ada yang online dan konvensional. Salah satunya judi togel online. Dia memasarkan judi togel lewat internet, dan tersangka kita jerat pasal 303 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara,” pungkas kapolres.

(oke).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here