Dosen dan Aktivis Ditangkap Tuduh Rektor Unima Berijazah Palsu

0
16 views

Jakarta, Infobanua.co.id – Pengaduan Rektor Universitas Negeri Manado, Dr Julyeta Paulina Amelia Runtuwene melaporkan akun sosial media milik salah satu LSM ysng ada di Manado ke Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu karena memfitnah dirinya menjadi orang nomor satu di kampus tersebut menggunakan ijazah S3 Palsu. Polda menindaklanjutinya dan akhirnya menangkap dua orang berinisial FJR (47) dan DSR (48) di Manado, Sulawesi Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, Bu Rektor melaporkan bahwa dia difitnah dan dicemarkan nama baiknya di medsos. Lebih jauh Yusri mengungkapkan, saat demo yang mengatasnamakan LSM di Istana Negara dan pindah ke Ombudsman dan Menristekdikti mereka berorasi kalau Rektor Univ.Manado berijiazah S-3 nya palsu.

“Pelapor tidak terima dengan unggahan kedua tersangka di Facebook. Dia merasa difitnah dan pencemaran nama baik,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 18/2/20.

Menurutnya, FJR merupakan orang yang tergabung di dalam LSM dan DSR seorang dosen Universitas Negeri Manado itu. Keduanya memposting aksi demo itu ke akun Pribadinya masing-masing dengan pernyataan kepalsuan ijazah S-3 Rektor Universitas Negeri Manado.

“Kita sudah kumpulkan bukti. Kita kumpulkan termasuk dari Kemenristekdikti kalau dia memang sah. Apa yang dipersangkakan oleh LSM itu tidak benar,” jelasnya.

Dalam postingannya, kedua pelaku mengeluarkan ijazah atas nama pelapor yang sudah di ubah. Tapi yang tidak dicek oleh kedua pelaku ini adalah melakukan pengecekan ulang ke Kemenristekdikti terkait nomor ijazah yang di-posting pekaku.

“Pelaku kita kenakan pasal 310 dan atau pasal 311 UU No. 19 Tahun 2019 tentang UU ITE ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Okta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.