Gubernur Kalsel Minta Bank Kalsel Tingkatkan Kinerja

0
1 views

BANJARBARU – Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor berharap Bank Kalsel sebagai Badan Usaha milik Pemprov Kalsel diharapkan konsisten dalam meningkatkan kinerjanya.

“Kami minta Bank Kalsel terus berbenah dan konsisten ditengah persaingan dengan kompetitor tentu tidak bisa dihindarkan. Tapi saya meyakini Bank Kalsel bisa terus menjadi Bank Kebanggaan Masyarakat Banua dan tetap eksis dari zaman ke zaman,” katanya usai acara RUPS Tahunan dan LB, Senin (03/02/2020) di Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru yang dihadiri Pemegang Saham Bank Kalsel baik Gubernur Provinsi Kalsel maupun Walikota dan Bupati dari 13 Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalsel.

Kata Gubernur, dengan meningkatnya kinerja, maka diharapkan Bank Kalsel kedepannya terus menjadi andalan Pemerintah Daerah dalam ikut berkontribusi mendorong geliat ekonomi dan pembangunan di Banua agar lebih maju dan mandiri.

Sementara Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabarrudin mengatakan, walau banyak dipengaruhi oleh keadaan ekonomi global yang tidak menentu, kondisi kinerja keuangan Bank Kalsel tahun 2019 tetap mampu bertumbuh positif.

“Ini bisa dilihat pertama dari sisi aset, jika di tahun 2018 lalu kita hanya mampu membukukan Rp13,18 Triliun, maka pada tahun 2019 ini naik menjadi Rp13,95 Triliun. Jika dipersentasekan ada kenaikan hingga mencapai 5,86% per Desember 2019,” tegasnya.

Kemudian dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) kinerja pertumbuhannya juga mengalami kenaikan hingga 9,69% dari tahun 2018 ke tahun 2019. Jika tahun 2018 lalu DPK hanya mencapai Rp9,99 Triliun, maka di tahun 2019 naik menjadi Rp10,96 Triliun.

Lalu untuk Kredit dan Pembiayaan pada tahun 2019 naik hingga Rp10,44 Triliun. Padahal di tahun 2018 lalu capaiannya sebesar Rp8,97 Triliun. Artinya ada kenaikan sebesar 16,45%.

“Dari pencapaian kredit dan pembiayaan tersebut, kredit produktif yang meliputi kredit modal kerja dan kredit investasi menyumbang sekitar 48%. Ini tentunya sudah sangat baik seiring dengan komitmen Bank Kalsel yang ingin menggeliatkan sektor ekonomi produktif yang ada di Banua,” katanya.

“Sedangkan untuk laba (sebelum pajak) yang berhasil dibukukan adalah Rp221 Miliar pada tahun 2019 ini. Pencapaian tersebut jauh lebih tinggi 22,9% dibanding realisasi tahun 2018 lalu yang hanya mencapai Rp.180 Miliar,” tambahnya.

Terkait kebijakan bisnis Bank Kalsel di tahun 2020 untuk bisa mencapai berbagai target yang dicanangkan. Ada dua strategi utama yang akan dilakukan, yakni IT Development dan People Development.

Dengan dua strategi tersebut diharapkan Bank Kalsel mampu meningkatkan kinerja keuangannya, baik itu dalam hal pertumbuhan aset sebesar 7,91%, pertumbuhan DPK sebesar 16,56%, Pertumbuhan Kredit sebesar 11% dan laba sebesar 11,06%.

“Memang jika dilihat tantangan di tahun 2020 kali ini tentu tidak mudah bagi Bank Kalsel untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan. Tapi dengan konsistensi kami untuk terus berbenah kami meyakini target tersebut bisa diwujudkan,” tambah Komisaris Utama Bank Kalsel Ary Bastari. rel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.