Kiat dan Cara Membunuh Tikus yang Menguntungkan Petani

0
95 views

Tikus punya nyali dan naluri dan penciuman yang tajam. Kendalikan tikus dengan cara sederhana ,ramah lingkungan,dan kendalikan untuk menekan populasi. Serta pengendaliannya harus dilakukan pada masa pra tanam. Pengendaliannya harus mengenal terlebih dahulu karakter dan sifat-sifatnya, karena dengan cara membunuh secara langsung akan merugikan petani.

Dalam penyajian panduan ke petani di Desa Anjir Serapat Baru Kecamatan Anjir Muara dan Desa Ilir Mesjid Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala. Seperti diketahui, hama tikus pada musim tanam padi sangat merajalela, upaya membasmi dengan cara gropyokan massal, pengumpanan dengan racun juga tidak mempan.

Berikut kiat dan cara membunung hama tikus yang dilakukan Bidang instruktur dari Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tanaman(BBPOPT) Jatisari Turyadi saat melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengendalian hama tikus bersama Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura(BPTPH) Kalsel Kamis (14/2/2020) menjelaskan, kriteria prilaku dan sifat sifat tikus sawah dalam mencari makan yang umumnya dimalam hari.

Mengapa tikus sangat sulit dikendalikan, karena(1),monitoring keberadan hama tikus oleh petani masih kurang,sehingga pengendalian selalu terlambat .(2) Pemahaman petani terhadap berbagai aspek sifatsifat biologis hama tikus dan teknologi pengendalian masih lemah,(3) Kegiatan pengendalian belum terorganisir dengan baik,(dilakukan sendiri-sendiri)dan tidak berkelanjuan,(4)Sarana pengendalian masih terbatas dan (5)masih banyak petani yang mempunyai persepsi mitos’ terhadap hama tikus sehingga menjadi salah satu penghambat alam pengendalian.

Ada cara sederhana yang mudah dilakukan petani,diantaranya menghitung lobang tempat bersarangnya tikus dari ukuran panjang lahan pematang sawah/galengan atau jalan usaha tani 100 meter , ada berapa puluh lubang yang didapat, pemanfaatan teknologi sederhana namun epektif dan pengendalian sangat diwajibkan pada pratanam /sebelum tanam padi, karena pada masa-masa itu persediaan makanan tidak ada atau kurang.

Apabila pengendalian pada saat tanaman padi masa vegetatif , bahkan saat padi bunting, pengendalian akan sia-sia dan kecil kemungkinan upaya pengendalian bisa berhasil,karen hama tikus cukup banyak persediaan makanan yaitu tanaman padi. Tikus mempunyai naluri yang tajam, dan penciuman yang peka terhadap sentuhan sentuhan tangan manusia sehingga umpan jenis apapun bila caranya tidak tepat tikus tidak akan dapat dikendalikan. Jangan sekali-sekali menaruh umpan menggunakan tangan telanjang, pakailah sarung tangan atau alat lain yang tidak tersentuh tangan, karena tikus mampu mendeteksi bekas sidik jari tangan sehingga tidak akan mendekat bahkan satu tikus dijadikan korban.

Apabila tikus yang dijadikan korban oleh koloninya setelah makan umpan mati, maka yang lain akan menghindar bahkan menjauh dari jebakan umpan.Kenali lubang jalan tikus,karena tikus akan selalu menggunakan jalan yang dilalui pertama kali,caranya kendalikan dengan viber /plastic dengan sistem memanjang .Apabila tikus merobek atau membolongi dinding fiber yang dipasang maka itulah jalan tikus setiap mencari makan berapapun jumlahnya.

Untuk pengendaliannya secara sederhana menggunakan jebakan sistem bubu ukuran besar dengan lubang dalam menyempoit namun elastic tujuannya agar tikus mudah masuk namun sulit untuk keluar dari bubu tersebut. Jangan membunuh tikus dengan cara ditusuk dalam bubu,karena akan meninggalkan aroma atau cairan bekas tusukan menempel di dinding bubu bagian dalam sehingga tikus yang lain tidak ada lagi yang masuk, karena naluri tajamnya mampu mendeteksi koloninya.

Paling sederhana cara pengumpanan tikus menggunakan media sekam padi kasar dibanding media lainnya,yang dicampur racun tertentu namun bukan racun kontak tetapi racun sistemic yang secara perlahan tikus akan mati antara 2 sampai 4 hari. Cara ini bisa diadopsi petani karena selain sederhana medianya juga mudah didapat.

Cara sederhana lainnya adalah cara lama namun masih epektif sebagaimana ditawarkan kepala laboratorium BPTPH sektor Sungai Tabuk Firmansyah dan langsung diapliksikan dilokasi. Kaji terap menggunakan karbit seukuran klereng , ditaruh dilubang sarang tikus dan disiram air secukupnya kemudian lubang ditutup dan dalam 24 jam tikus akan mati ,dengan syarat lubang –lunag lain yang diniai sebagai jalan tembus juga harus ditutup. Para petani didua kecamatan Anjir Pasar dan Anjir Muara kabupaten Barito Kuala cenderung memilih dan menerapkan dua cara yang sederhana tetapi epektif dan mudah dipraktekan .

(Ayi Kuswana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here