Menag Lepas Ratusan Peserta Tatung di Singkawang

0
35 views
Atraksi Tatung pada Festival Cap Go Meh tahun 2020

Singkawang, Infobanua.co.id – Menteri Agama RI, Fachrul Razi melepas ratusan peserta Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang, Sabtu (8/2).

Acara pelepasan ditandai dengan pemukulan gendang bersama tepatnya di depan Panggung Kehormatan di Jalan Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat.

Event Nasional ini dihadiri Gubernur Kalbar, Pangdam XII/Tpr, Kapolda Kalbar, Wali Kota atau Bupati se-Kalbar, Anggota DPR RI, Anggota DPD RI, Forkopimda Provinsi Kalbar dan Singkawang serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Fachrul Razi mengaku bangga dengan masyarakat Kota Singkawang yang sudah betul-betul menunjukkan toleransinya dengan baik.

“Terlebih pada event ini, bukan hanya disaksikan oleh salah satu etnis tertentu saja, tetapi hampir seluruh umat yang ada di Kota Singkawang ataupun yang ingin bergabung dalam acara ini,” katanya.

Dia menilai, perayaan Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang sangat luar biasa sekali. Karena, telah menampilkan berbagai keberagaman budaya sehingga menunjukkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia khususnya di Kota Singkawang.

“Untuk itu, saya selalu menekankan setiap perayaan agama hendaknya disikapi dengan baik untuk lebih meningkatkan dan mengokohkan hubungan antar umat beragama apapun,” ujarnya.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan, jika Festival Cap Go Meh Singkawang merupakan event wisata terbesar khususnya di Kalbar bahkan mungkin di Indonesia.

“Terlebih Kota Singkawang sudah memiliki modal utama sebagai kota tertoleran di Indonesia, sehingga toleransi dan kebersamaan serta harmonisasi merupakan sebuah kunci keberhasilan dalam melaksanakan pembangunan,” katanya.

Dia mengungkapkan, ketika menjadi Wali Kota Pontianak, dirinya sengaja tidak mengizinkan tatung ada di Kota Pontianak. Hal tersebut, supaya hanya fokus di Kota Singkawang.

“Pontianak cukup dengan naga saja, jadi naganya mau panjang-panjang sampai 200 meter pun tidak apa-apa di Pontianak. Sehingga masyarakat ada pilihan, yang suka melihat atraksi naga silahkan ke Pontianak dan yang suka melihat pawai tatung silahkan ke Singkawang,” ujarnya.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, perayaan Festival Cap Go Meh di Singkawang merupakan perayaan terbesar di Indonesia, bahkan beberapa media menyebutkan sebagai event terbesar di dunia. Karena melibatkan para tatung dengan atraksinya yang menarik.

“Tentu kami bersyukur dan bangga karena Festival Cap Go Meh Kota Singkawang kembali masuk dalam Kalender 100 Of Event tahun 2020, yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI,” katanya.

Oleh karena itu, Pemkot Singkawang bersama panitia harus terus melakukan berbagai inovasi sehingga mampu menyuguhkan tontonan yang menarik, lebih berkualitas dan memiliki keunikan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Salah satu warna yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah adanya keberhasilan Kota Singkawang berupa pencatatan dalam Rekor MURI berupa reflika Pagoda tertinggi dengan ukuran tinggi 20,20 meter terdiri dari 8 tingkat dan dua tingkat terbuka untuk umum sesuai dengan filosofi Cap Go Meh tanggal 8 bulan 2 tahun 2020,” ujarnya.

Sementara dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, lanjutnya, bahwa Kota Singkawang termasuk salah satu dari 20 promosi atau program regenerasi warisan budaya secara Nasional.

“Untuk di Kalimantan hanya ada dua daerah, yaitu Banjarmasin dan Kota Singkawang,” ungkapnya.

Sedangkan Festival Cap Go Meh Singkawang diturunkan sebagai kekayaan intelektual komunal ekspresi budaya tradisional oleh Kemenkum dan HAM.

Sederet penghargan tersebut, tentunya akan menjadi tantangan bagi Kota Singkawang yang juga menyandang sebagai predikat kota tertoleran di Indonesia ditahun 2019.

“Semoga predikat ini bisa kita pertahankan untuk ditahun 2020,” harapnya.

Tentunya dengan penghargaan tersebut, semakin memperkuat identitas Singkawang sebagai kota pariwisata, yang mana tantangannya adalah Kota Singkawang harus bersatu padu, bergandengan tangan untuk melestarikan dan mengembangkannya sebagai aset kebudayaan yang menimbulkan kegairahan terus menerus bagi wisatawan maupun masyarakat Singkawang untuk menyaksikannya.

Ketua Umum Panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Hengki Setiawan mengatakan, perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini mengusung tema budaya sebagai pemersatu bangsa.

“Yang telah dapat kita saksikan bahwa seni budaya yang ditampilkan telah berbaur dari berbagai budaya yang ada di Kota Singkawang,” katanya.

Apalagi Kota Singkawang telah menyandang sebagai kota tertoleran di Indonesia.

“Sehingga melalui Festival Cap Go Meh ini, kita pelihara agar predikat sebagai kota tertoleran tersebut dapat terus dipertahankan,” ujarnya.

Sementara itu, Festival Cap Go Meh Singkawang ini diiikuti sebanyak 847 tatung yang terdiri dari tatung pakai tandu dan tanpa tandu, barongsai, naga, kilin, miniatur dan sanggar seni budaya lainnya.

Dalam event ini juga di ikuti peserta tatung dari luar negeri seperti Malaysia dan Australia. (RH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.