Penjual Pecel Lele, Nyambi Jadi Pencoleng Rumah Kosong di Jakarta

0
8 views

Jakarta, Infobanua.co.id – Menjadi penjual pecel lele bagi, I, (41), kurang memuaskan.Ia memilih jadi pencoleng rumah kosong demi memenuhi selera hatinya. Ia kepingin hidup bermewah-mewahan. Namun, kinginan hanya tinggal keinginan, nasi sudah menjadi bubur, ia ditangkap polisi dan kena tembak pula di kakinya.

Tidak sampai disitu, ia mengincar rumah-rumah kosong yang tidak jauh dari kontrakannya di Bekasi. Ia telusuri rumah-rumah kosong dengan melihat rumput pekarangan yang tinggi dan lampu luar yang selalu menyala. Namun, tak ketemu juga rupanya.

Peluang memenuhi keinginannya ia temukan ketika berbelanja di material toko bangunan di kawasan Mustikasari, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Lantas I sekaligus menggambar situasi tempat penyimpanan uang dan barang-barang berharga milik pemilik toko.

“I sering pulang kampung dan katanya hidup perlu agak lebih mewah sedikit. Ketika peluang itu datang, ia nekat membongkar toko orang,” kata Yusri.

Dengan mencoleng toko material itu, ia lampiaskan pada dinihari, Senin, 27 Januari 2020. “Menggunakan linggis, ia mencongkel pegangan pintu toko material kemudian masuk dan mengambl barang barang berharga di dalamnya,” jelas Yusri.

Sejumlah uang dan barang berharga serta beberapa telepon genggam ia gondol dari dalam toko material. Kemudian, barang curian itu, ia jual ke Pasar Baru, Bekasi. “Yang dia ambil antara lain perhiasan, tujuh handphone, dan uang. Pelakunya I sendiri,” terang Yusri.

Namun, beberapa barang sudah berpindah tangan karena I menjualnya ke Pasar Baru, Bekasi. Penadah barang curian itu kini berurusan dengan polisi.

I, berusaha melarikan diri ketika petugas hendak menangkapnya, akhirnya I merasakan timah panas di kakinya. Itulah akibat mau bermewah-mewahan, dari penjual pecel lele, malah jadi pencoleng toko material.

Malah I harus menghadapi ancaman pidana penjara tujuh tahun penjara karena melakukan pencurian dengan pemberatan di malam hari. Jangankan bermewah-mewah, membuka warung pecel lele pun kini masih harus menunggu proses hukum selesai.

Penulis: Okta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.