Perbatasan Entikong Rawan, Penyeludupan Narkotika Sabu 3,02 Kilogram Digagalkan

0
168 views

Entikong – Menindaklanjuti informasi dari masyarakat perbatasan, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia (Satgas Pamtas) Yonif Raider 641/Beruang berhasil mengagalkan penyelundupan Narkotika jenis sabu sabu seberat 3,01 kilogram asal negara tetangga Malaysia pada minggu malam 23 Februari 2020 lalu.

Pelaku yang membawa Narkotika tersebut berinisial M berusia 29 tahun, warga Dusun Peripin, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Untuk mengelabuhi petugas, pelaku membawa Narkotika jenis sabu sabu tersebut pada malam hari.

Selain mengamankan pelaku berinisial M, Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Beruang juga mengamankan barang bukti lainnya seperti Narkotika jenis sabu sabu seberat 3015 gram / 3,01 Kilogram, uang tunai sebesar Rp 516.000, 1 bilah parang, 2 buah Handpone dengan jenis Android merk Samsung dan 1 Handphone Nokia, 1 buah Pomade, 1 buah minyak wangi isi ulang, 1 set pemotong kuku, 5 butir obat jenis Actimax dan 1 bungkus Rokok Kalbaco.

“Jaringan pengedar Narkoba ini sedang dilakukan pendalaman dan pengembangan lebih lanjut dari pihak Polri. Sedangkan untuk tersangka serta barang bukti sudah kami serahkan kepada Polri sehingga pendalaman dan pengembangan proses lebih lanjut atas kasus ini akan dilakukan oleh Polri,” jelas Letkol Inf Kukuh Suharwiyono, Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Beruang, saat melakukan press Release, Kamis,(27/2/2020).

Satu hari setelah kasus ini, Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Beruang bersama dengan Satreskoba Polres Sanggau juga kembali mengamankan narkotika jenis sabu sabu seberat 1.33 gram dan berhasil mengamankan pelaku berinisial AS berusia 26 tahun di Dusun Balai Karangan, Kecamatan Sekayam pada 24 Februari 2020 lalu.

Selain pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti lainnya berupa 1 pak plastik pembungkus sabu, 1 buah sendok penakar sabu, 1 timbangan digital, 1 buah KTP, 1 buah handphone android merk Oppo, 1 buah handphone Nokia, 1 buah senter dan 1 buah badik.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan oleh Polres Sanggau untuk dilakukan proses lebih lanjut.

“Untuk kasus pertama sebanyak 3,01 kilogram kemudian sehari berikutnya sebanyak 1.33 gram,” ujar Kukuh.

“Sedangkan untuk tersangka kasus pertama satu orang dan kasus kedua juga satu orang,” tambahnya.

Karena perbatasan ini dinilai sangat rawan untuk kegiatan ilegal penyeludupan barang haram seperti narkotika maupun orang, maka sinergi bersama akan terus ditingkatkan. Kukuh juga mengajak semua instansi dan masyarakat ikut aktif menjaga perbatasan dari kegiatan ilegal karena masalah Narkoba di perbatasan merupakan tanggung jawab bersama. “Menjaga perbatasan ini bukan hanya tugas TNI maupun Polri saja, tetapi tanggung jawab bersama dengan instansi terkait,” tutup Kukuh. (BRY).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.