Tolak Omnibus Law Ribuan Buruh Kalsel Ajukan 9 Alasan

0
23 views

Banjarmasin, Infobanua.co.id – Kurang lebih 4.000 buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menggelar Aksi demo di depan Kantor DPRD Kalsel Rabu (19/02/2020).

Sumarlan Selaku Biro Hukum Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menjelaskan bahwa aksi demo ini bertujuan untuk menolak omnibus law Rancangan Undang-undang cipta kerja

“Kami menyatakan bahwa omnibus law ini adalah hal yang akan menghancurkan nasib pekerja bukan hanya saat ini tapi juga masa yang akan datang. Tidak adanya kepastian kerja, tidak adanya perlindungan pendapatan serta tidak adanya jaminan sosial, 3 prinsip inilah yg tidak ada dalam konsep omnibus law,” katanya

Kata Sumarlan, disamping 3 prinsip itu ada 9 alasan kami kenapa kami menolak omnibus law. Pertama, tadi sudah kami sampaikan dalam pernyataan sikapnya akan hilangnya upah minimum karena diberlakukannya upah persatuan waktu, tidak adanya upah minimum kota dan sektoral, melegalkan outsorcing, penggunaan outsorcing akan bertambah masif, hilangnya sistem waktu kerja, penggunaan tenaga kerja asing diperbolehkan tanpa seijin menteri.

“Padahal yang seijin mentri saja sekarang banyak dilanggar apalagi tenaga kerja yang tanpa seijin mentri, dihapuskannya sanksi pidana bagi pengusaha yang lalai memberi upah sekaligus tidak adanya larangan keterlambatan pembayaran upah, memberikan ruang yang sangat terbuka kepada pengusaha untuk melakukan phk, dan yang ke sembilan karena RUU omnibus law cipta kerja merupakan jenis kedok untuk merevisi undang-undang No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yang dampaknya merugikan kaum buruh Indonesia,” katanya.

“Apabila itu tidak terealisasi kami akan lakukan gugatan mencabut UU omnibus law cipta kerja setidak tidaknya secara konstitusional,” papar Sumarlan.

Penulis: Munawaratul Fi'liyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.