Ambisi Syahwat Para Durjana Politik dalam Kacamata Islam

0
127 views

Oleh: Syahraninew *)

Jika politik tanpa dasar moral ( akhlak ) akan menjadi permainan kotor melalui berbagai cara yang bisa dilakukan, tidak penting halal atau haram itu urusan agama.

Hal ini bisa ditengarai, di mana individu-individu yang selalu mencari-cari jabatan atau kekuasaan melalui cara-cara yang tidak mengenal halal-haram, persaingan yang tidak sehat antara satu dengan yang lainya
untuk memperoleh kedudukan atau memperbesar kekuasaan, atau untuk mempertahankan jabatan yang dianggapnya sebagai hak istimewa melalui penggabungan formasi, manipulasi atau menyingkirkan rival.

Itu semua dilakukan tanpa mengkalkulasikan dampak positif ataupun negatif, yang penting tercapai tujuan.

Dalam kondisi seperti ini sebenarnya telah terjadi penyimpangan atau penyalah gunaan wewenang, baik disadari ataupun tidak, dan ini sebagai akibat dari pemahaman politik yang
tidak benar, bahwa politik itu untuk mendapatkan apa, kapan, dan bagaimana.

Jika yang terjadi seperti ini, maka sesungguhnya politik akan terjebak pada permainan kotor, manipulatif dan berujung akan menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan, yaitu kekuasaan.

Oleh karena itu, ketika kekuasaan hanya menjadi orientasi politik dan pencitraan (yang dibuat-buat) dan hanpa dari tujuan-tujuan untuk terciptanya kebaikan bersama ( al-maslahah al-`ammah ), maka politik dan kekuasaan itu akan menjadi brutal, otoriter, kejam, tidak manusiawi, dan bahkan rela menggadaikan harga diri.

Sejak Islam di proklamirkan melalui Nabi Muhammad SAW sebagai agama telah memberikan guideline untuk membangun peradaban manusia yang unggul melalui tindakan-tindakan Politisnya.

Jika Keluar dari guideline yang diletakkan oleh makhluk tauladan ini, maka tidak berlebihan saya mengatakan bahwa saat ini ambisi syahwat berkuasa lah yang lagi ereksi sehingga apapun caranya akan dilakukan demi memenuhi hasrat politiknya, itulah para Durjana Politik.

*) Pegiat Literasi Sosial Politik, Mahasiswa Magister Islamic Studies Universitas Muhammadiyah Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.