Ketua ASPI : Kalsel Potensial jadi Lumbung Porang

0
200 views

Banjar,Infobanua.co.id –Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memiliki potensi besar sebagai lumbung porang di Indonesia. Porang dengan nama latin Amorphopallus muelleri ini merupakan tanaman penghasil umbi dan diyakini mengandung manfaat bagi industri dan kesehatan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Aliansi Porang Indonesia (ASPI) Kalsel, Hari Purnama bahwa keyakinannya Kalsel merupakan lumbung porang nasional.

“Selama ini, sebenarnya Kalsel bisa menjadi lumbung porang di Indonesia. Karena sebagai contoh, saya hanya menanam 1,5 hektar, tetapi yang tumbuh di lahan saya yang 83 hektar itu di musim hujan ternyata porang semua. Banyak kemudian kawan kawan mengalami hal yang sama. Maka prospek kalsel sebagai lumbung porang di Indonesia sangat besar,” ujarnya kepada wartawan di sela “Gebyar Porang” Kalimantan Selatan di Komplek Agro Kiram, Desa Kiram,Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Selasa (10/03/2020).

Hari Purnama mengaku optimis, budidaya porang menjadi bisnis yang menjanjikan. Apalagi, pihak pabrik di Jawa Timur yakni PT Asia Prima Konjac dari Madiun, yang menurutnya merupakan pemain utama ekspor porang di Indonesia siap mendukung ASPI dalam rangka ekspor.

“PT Asia Prima Konjac sebagai pendukung ASPI di Kalsel dalam rangka untuk produksi diharapkan ketika keluar dari Kalsel, porang berbentuk iris kering yakni porang basah yang sudah dilakukan pengeringan. Sehingga kadar pengeringannya 5 persen yang berkualitas baik karena porang Kalsel adalah porang organik,” jelasnya pada acara yang dihadiri para petani porang se-Kalsel itu.

Di kesempatan yang sama Donny Mahendra, dari PT Asia Prima Konjac melihat, porang bisa menjadi komoditi andalan yang dapat menunjang pemerintah untuk gerakan tiga kali ekspor.

“Kita upayakan semua pihak untuk saling support, sehingga porang ini bisa menjadi komoditi yang “tidak biasa”, yakni sebagai komoditi andalan Indonesia yang bisa menunjang program pemerintah untuk tiga kali ekspor,” cetusnya.

Donny menuturkan, dirinya mewakili pihak pabrikan ingin memberdayakan dan meningkatkan budidaya porang di Kalsel. “Potensi ada, sumber daya ada, tinggal bagaimana kita semua bergabung untuk bersama-sama bersatu. Kita mulai dari Kalsel agar bisa setara dengan daerah lain dan bisa meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia,” ucapnya.

Upaya yang dilakukan pabrikan diantaranya adalah mendorong dari hulu sampai hilir yakni dari tingkat petani, tingkat desa kecamatan, kabupaten, provinsi sampai nasional.

Lebih lanjut Donny menegaskan bahwa harga porang sudah ada standarnya. Sehingga tidak terjadi permainan harga misalnya kenaikan terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.

Untuk harga, saat ini harga porang tingkat petani Rp 6000 per kilogram yakni untuk produksi basah atau yang dibutuhkan pabrik untuk diproses. Donny juga menambahkan bahwa budidaya porang sebenarnya bukanlah hal baru, karena sudah ada sejak tahun 1967.

“Ini bukan barang baru, karena sudah merupakan generasi ketiga dari keluarga saya untuk bisnis porang ini. Memang dulu belum sebesar ini. Baru pada tahun ini ada dukungan terutama media untuk mengangkat potensi porang,” ungkapnya.

R.Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.