Pangkas Prosedur Cuci Darah, Makin Mudah dengan Finger Print

0
4 views

Banjarmasin – Tahun 2020 telah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan sebagai tahun pelayanan dan kepuasan peserta. Oleh karenanya berbagai kemudahan prosedur pelayanan ditawarkan kepada setiap peserta JKN-KIS. Salah satunya adalah penerapan sistem finger print untuk pasien Hemodialisa (HD) yang rutin mendapatkan layanan cuci darah (hemodialisis) tanpa perlu lagi mengulang membuat surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Untuk kemudahan pemangkasan prosedur administrasi ini peserta perlu memenuhi syarat sederhana yakni peserta harus sudah merekam atau terdaftar dengan menggunakan sidik jari (finger print) di rumah sakit tempat dimana dia biasa mendapat pelayanan hemodialisis.

Kemudahan ini dirasakan oleh salah satu peserta JKN-KIS Endang Dwi Astria yang kala itu tengah berkunjung ke rumah sakit dikarenakan hari itu adalah jadwal dia harus melakukan cuci darah. Ditemui oleh tim Jamkesnews bersama petugas BPJS Satu!, Endang membagikan pengalaman pelayanan yang ia terima selama ini saat melakukan cuci darah. Menurutnya pelayanan yang ia terima sudah sangat baik. Administrasi yang mudah dan pelayanan yang nyaman saat menjalani proses cuci darah pun ia rasakan.

“Untuk pengurusan administrasinya sangat mudah, kita hanya perlu datang untuk finger print dan sesaat kemudian kita akan dilayani untuk cuci darah. Untuk pengobatan cuci darah saya sendiri masih terbilang baru, dan sejak awal melakukan cuci darah memang sudah dimudahkan dengan finger print ini. Saya baru tahu bila dulu untuk peserta rutin cuci darah harus bolak balik membuat surat rujukan setiap 3 bulan ke FKTP. Tentunya hal itu akan sangat menguras waktu dan tenaga bagi peserta. Syukurlah saat ini sistem pelayanan sudah sangat baik.” Ungkap Endang.

Penerapan sistem finger print ini selain untuk memberikan kemudahan kepada peserta, juga memberikan manfaat bagi rumah sakit yang memberikan pelayanan yakni dalam hal meminimalkan jenis inputan yang harus dilakukan dalam penerbitan Surat Eligibilatas Peserta (SEP) sehingga rumah sakit dapat lebih cepat memberikan pelayanan kepada peserta dikarenakan data dari peserta sudah terekam di dalam sistem.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.