Ini Harapan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Atas Pandemi Covid-19

0
1 views

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan atensi beberapa isu yang hangat di masyarakat. Termasuk merebaknya pandemi Covid-19, sebanyak 49 warga negara Cina masuk ke Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk bekerja dengan memakai visa kunjungan dan mendapatkan persetujuan kartu kewaspadaan kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta tanpa karantina kesehatan, respon Ketua MPR RI:

A. Mendorong Pemerintah melalui tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk segera mendatangi lokasi perusahaan di kawasan industri Virtue Dragon Nickel Industry tempat para warga negara Cina bekerja untuk mengecek kondisi kesehatan dan mengisolasi Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina tersebut, sebagai upaya mencegah masuknya virus Covid-19 di wilayah tersebut.

B. Mendorong Pemerintah agar memperlakukan Warga Negara Cina tersebut secara tegas dengan perlakuan yang sama serta membatalkan persetujuan kartu kewaspadaan kesehatan tersebut, mengingat dalam situasi seperti ini tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap Warga Negara Asing (WNA) manapun.

C. Mendorong Pemerintah untuk mengevaluasi sistem penjagaan di setiap pintu masuk Indonesia, terutama di wilayah perairan Indonesia/pelabuhan, serta bersama Polair untuk meningkatkan pengawasan dengan melakukan patroli dan penjagaan laut di perbatasan, guna meminimalisir masuknya WNA yang tidak memiliki izin tinggal ataupun bekerja.

D. Mendorong Pemerintah dalam situasi saat ini untuk memperketat perizinan bagi para WNA yang ingin berkunjung maupun tinggal/bekerja di Indonesia, serta agar tetap melakukan karantina kesehatan bagi setiap WNA yang masuk ke Indonesia, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

*2. Sehubungan dengan perlunya penyediaan atau penambahan anggaran untuk penanganan krisis kesehatan di sejumlah Kementerian/Lembaga (K/L) yang saat ini baru ditambahkan oleh Kementerian Keuangan sebesar Rp1 triliun, terutama untuk mendukung percepatan penanganan dan pencegahan Covid-19 di Indonesia, respon Ketua MPR RI:*

A. Mendorong Pemerintah agar dapat mengoptimalkan alokasi anggaran yang sudah ada untuk kegiatan-kegiatan yang mendukung percepatan penanganan Covid-19 dan belanja wajib bidang kesehatan untuk pencegahan atau penanganan Covid-19.

B. Mendukung langkah Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan, yang akan melakukan revisi anggaran secara cepat, sederhana, dan akuntabel, sebagai langkah antisipatif penanganan Covid-19.

C. Mendorong Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan, untuk memastikan ketersediaan anggaran yang ditujukan untuk percepatan penanganan dan pencegahan Covid-19 di Indonesia, mengingat mewabahnya virus Covid-19 belum dapat ditentukan sampai kapan ke depannya.

D. Mendorong Pemerintah Pusat maupun Daerah untuk mengikuti penyesuaian yang diarahkan oleh Kementerian Keuangan terhadap penyaluran dan penggunaan Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Insentif Daerah (DID) dengan tetap membuat laporan pertanggungjawaban implementasinya.

*3. Sehubungan dengan kondisi surplus dan bertumbuhnya nilai ekspor yang berpotensi hanya terjadi sementara waktu, dikarenakan bahan baku dan bahan penolong produksi manufaktur yang berorientasi ekspor bersifat terbatas, respon Ketua MPR RI:*

A. Mendorong Pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melakukan langkah antisipasi, seperti dengan membantu perindustrian dalam pengadaan bahan baku dan bahan penolong produksi manufaktur yang berpotensi akan banyak diperlukan pada awal April, mengingat pada saat itu adalah awal periode Ramadan 2020 yang akan terjadi peningkatan konsumsi dalam negeri.

B. Pemerintah dan pelaku industri dapat bekerjasama dengan Negara-negara mitra dagang alternatif yang mampu menyediakan bahan baku dan bahan penolong produksi manufaktur, guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.

C. Perlunya pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan memberikan kemudahan bagi UMKM mendapatkan bahan baku dan bahan penolong serta pemberian insentif pajak.

rel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here