KPK: DPRD Rentan Korupsi, Pilkada Harus Dipilih Langsung

0
36 views

98bee24f7badc0f0f958ebe52eddb203_kpk-di-hatiWakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menilai, rencana perubahan aturan dalam pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD memangkas hak berdemokrasi bagi rakyat. Jika perubahan itu disahkan, kata Bambang, akan memicu transaksi politik uang di dalam gedung DPRD.

“Makna daulat rakyat sejati seperti dijamin dalam konstitusi di mana rakyat menjadi subyek utama dalam memilih kepala daerahnya didelegitimasi secara inkonstitusional untuk kepentingan sempit kekuasaan yang berbasis pada syahwat dan libido berkuasa,” sindir Bambang, melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (10/9).

Menurut Bambang, berdasarkan catatan korupsi di KPK, anggota dewan baik DPR maupun DPRD adalah yang rentan melakukan korupsi, termasuk kepala daerahnya.

“Ada dampak yang sangat besar dari sekadar implikasi problem pilkada yang selama ini terjadi karena sangat potensial terjadi rekayasa kekuasaan oleh elite penguasa yang berpijak pada kepentingan rent seeking dan bersifat transaksional serta tidak sepenuhnya mewakili kepentingan rakyat,” ujar Bambang.

Bambang mengatakan, hal ini juga mengindikasikan adanya korupsi demokrasi. “Inilah salah satu indikasi dan fakta yang bisa dan biasa disebut dalam nomenklatur sosiologi sebagai political corruption dan juga korupsi demokrasi,” ujarnya.

Untuk itu, Bambang mengajak seluruh lapisan masyarakat terus mengawal pembahasan RUU Pilkada di DPR. Rakyat harus bisa mengidentifikasi siapa saja pihak yang mendukung pengesahan RUU itu, apakah layak untuk dikenakan sanksi politik karena telah merampas hak-hak berdemokrasi rakyat.

“Rakyat harus secara kritis mengkaji dan mempertanyakan beberapa hal sebagai wacana, yaitu apakah mereka yang mendelegitimasi hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung bisa disebut sebagai pelaku political corruption atau pelaku korupsi demokratisasi,” cetus Bambang.

dte/infoB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.