Bantuan Pembiayaan Perumahan Harus Tepat Sasaran Masyarakat Berpenghasilan Rendah

0
39 views

Jakarta,Info Banua.Penyaluran Kredit Pemilikan Ruma Masyarakat Berpenghasilan Rendah KPR MBR)/harus selektif,sesuau dengan target yakni mamasyarakat yang memang memiliki penghasilan yang kecil,jangan sampai salah sasaran,kata Anggota Komisi V DPRRI Abdul Latief Hanafiah,di Jakarta,Senin (18/9/2017).

Dari pengalaman penyaluran subsidi untuk masyarakat kerapkali salah sasaran,dan untuk pemberian subsidi KPR MBR harus benar benar selektif dan pengawasan yang ketat.Untuk keselektifan calon penerima sebaiknya pemerintah pusat melibatkan pemerintah Daerah dalam penyeleksian calon penerima,karena pemerintah daerah lebih mengetahui kindisi masyarakatnya,katanya.

Salah satu kendala yang dihadapi dalam penyaluran KPR bersubsidi adalah terkait dengan data MBR khususnya masyarakat informal yang berpenghasilan tidak tetap. Oleh karena itu,pemerintah daerah dan seluruh steakholder dari tingkat pusat hingga daerah harus saling bersinergi,gar bantuan dan pembiayaan pemerintah tepat sasaran.

Menurut Abdul Latief Hanafiah Pola subsidi KPR ini,dapat menjadi instrumen investasi jangka panjang dan berkelanjutan kedepannya. Karena sifatnya dana bergulir,jadi tidak akan hilang.Pola ini model yang sangt tepat dalam upaya pemerintah memenuhi kebutuhan pokok perumahan masyarakat.

Seperti di ketahuitahun 2018 Pemerintah dalam hal ini Direktort Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) mengajukan alokasi anggaran untuk Bantuan Pembiayaan Perumahan TA. 2018 sebesar Rp. 6.09 Triliun.Bantuan Pembiayaan Perumahan untuk tahun anggaran 2018 terbagi untuk KPR Sejahtera FLPP sebesar 42,000 unit, KPR Subsidi Selisih Bunga sebesar 225,000 unit dan Subsidi Bantuan Uang Muka untuk 344.500 unit rumah.    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.