Media Terverifikasi Dewan Pers
RedaksiPrivacy Policy
banner 728x250
Uncategorized  

Keselamatan dan Keamanan Warga yang Melintas, Diprioritaskan dan Diperhatikan PT Sebuku Group

banner 120x600
banner 468x60

Kotabaru- Lokasi Tambang PT Sebuku Group (STC) mendapat kunjungan dari Kepala Dinas Perhubungan Kominfo Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Rusdiansyah Rabu. (10/1), pukul 12.45 wita.

Houling PT. Sebuku Batubara Coal Jl. Lontar Desa Salino Kec. Pulau Laut Tengah Kab. Kotabaru. Di sana telah dilaksanakan kunjungan tim terpadu gabungan Polri, Dishub Provinsi dan Dishub Kotabaru.

banner 325x300

Tim ini, juga melaksanakan sosialisasi kepada pihak perusahaan tentang peraturan Perda No. 3 Tahun 2012. Rusdiansyah, Kadishub Provinsi, Kompol Winarno ( Diyaksa Polda Kalsel ), Heryono (Dishub Kotabaru), AKP A. Fatah (Polda Kalsel ), AKP Alwin (Polres Kotabaru), Hadi (Dishub Provinsi ).

Tim terpadu disambut Yohan ( Direktur PT. Sebuku Groub ) Kapten Inf Amo Minggo ( Pasi Intel Kodim 1004/Ktb ), Kapten Inf I Wayan ( Danramil Pulau Laut Tengah ), & Iptu H. Pato (Kapolsek Pulau Laut Tengah).

Pada kesempatan ini, Rusdiansyah, menyampaikan kunjungan ke lokasi ini untuk memaparkan harus mempercepat tentang peraturan underpass agar supaya perusahaan pertambangan ini cepat beroperasi tamban serta jangan sampai melanggar Perda No. 3 thn 2012.

Sebelum pembuatan underpass, maka akan dilakukan pemasangan rambu-rambu jalan untuk kelancaran dan kenyamanan masyarakat melintas.

Bid Diyaksa Polda Kalimantan Selatan Kompol Winarno  mengatakan, untuk rambu-rambu sudah ada apa belum memberikan saran untuk malam hari di kasih rambu -rambu Lampu Led, dan beberapa meter dari jalan houling dikasih rambu-rambu pemberitahuan.

Kepala dinas Perhubungan dan Kominfo saat di konfirmasi wartawan memaparkan pihaknya melakukan kunjungan ke Desa Salino tempat Houling PT Sebuku Batubara Coal ( SBC ). Ini untuk melihat dan menyaksikan langsung kondisi jalannya, sebelum penambangan batubara berlangsung oleh perusahaan itu. Pihaknya harus memikirkan kenyamanan masyarakat.

“Perusahaan tambang harus membangun jalan sendiri, termasuk jalan layang atau underpass agar angkutan tambang tidak melintas di jalan umum,” kata Rusdiansyah,

Dia menambahkan, perusahaan berbasis sumber daya alam harus mematuhi peraturan daerah nomor 3 tahun 2012 tentang perubahan atas peraturan daerah provinsi Kalimantan Selatan nomor 3 tahun 2008 tentang peraturan penggunaan jalan umum dan jalan khusus untuk angkutan hasil tambang dan hasil perkebunan. (Ani).

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *