Media Terverifikasi Dewan Pers
RedaksiPrivacy Policy
banner 728x250
Uncategorized  

Pendidikan Karakter untuk Kemajuan Bangsa

banner 120x600
banner 468x60

Ada perbedaan mencolok antara tokoh bangsa zaman old dengan zaman now di era milenial kekinian. Tokoh-tokoh di Indonesia zaman dahulu, masuk tahanan sebelum menjadi tokoh bangsa, tetapi sekarang sebaliknya. Banyak tokoh yang menjadi tokoh bangsa dahulu, masuk tahanan kemudian.

Untuk itu, agar tak terjerembag perbuatan melanggar etika agama dan hukum. Mulai tingkat siswa dan mahasiswa perlu ditempa lewat pendidikan karakter. Karena sangat penting bagi kita terutama bagi anak-anak yang masih dalam dunia pendidikan, karena pendidikan karakter dalam dunia pendidikan ini dijadikan sebagai wadah atau proses untuk membentuk pribadi anak agar menjadi pribadi yang baik.

banner 325x300

Begitulah pandangan Ketua Yayasan Korpri (Yayasan yang menaungi STIMI), Napsiani Samandi MAP Senin (15/1/2018) di Kampus STIMI Banjarmasin.

Disebuatkan mantan Kadispenda Kalsel era Rudy Arifin ini, jika ingin membenahi daerah atau bangsa Indonesia ini, maka yang harus harus diperhatikan adalah Authentic Character yang meliputi, pikir, rasa, dan perbuatan. Selain itu, lanjutnya, konsep Aswaja yang dibuat oleh para ulama dengan empat pilar, yaitu tawasuth, tawazun, amar ma’ruf, tasamuh–i’tidal, merupakan suatu karakter.

Pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia yang bermoral, membentuk manusia Indonesia yang cerdas dan rasional, membentuk manusia yang inovatif dan suka bekerja keras, optimis dan percaya, dan berjiwa patriot.

Dengan demikian pendidikan yang sangat dibutuhkan saat ini adalah pendidikan yang dapat mengintegrasikan pendidikan karakter dengan pendidikan yang dapat mengoptimalkan perkembangan seluruh dimensi anak baik dari ranah kognitif, fisik, sosial-emosi, kreativitas dan spiritual harus seimbang.

Ia juga mengatakan, perubahan karakter manusia ditempuh dalam lima level. Level paling rendah, yaitu pengetahuan, kemudian kesadaran, naik lagi akan menumbuhkan sikap, keputusan dan yang terakhir adanya perubahan prilaku.

Pendidikan karakter ini harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Mulai keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sebab, pendidikan karakter mencakup pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan kepengamalan nilai secara nyata. Dari diagnosis sampai ke praksis.

Singkatnya, pendidikan karakter adalah membimbing siswa dan mahasiswa untuk secara sukarela mengikatkan diri pada nilai. Terdapat tiga hal penting yang mesti diperhatikan dalam pendidikan karakter, yaitu: pembiasaan, contoh atau teladan, dan pendidikan/ pembelajaran secara terintegrasi.

Pendidikan itu harus berlangsung dalam suasana keluarga dengan guru sebagai orang tua dan siswa sebagai anak. Proses pendidikan dari seorang guru pada siswa dilakukan dengan rasa kasih sayang, keikhlasan, kejujuran, keagamaan, dan suasana kekeluargaan. Mari kita wujudkan pendidikan karakter ini secara nyata, tak hanya mengapung-apung dalam bentangan slogan dan retorika belaka

idayusnita

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *