PT Golden Hope Dituding Kuasai Lahan 13,5 Hektare Secara Sepihak

Persoalan klaim lahan kelompok petambak Adat Sipatuo seluas lebih kurang 13,5 haktare ‘dikuasai’ PT Golden Hope Nusantara (GHN) belum tuntas.

Bahkan pengklaiman atas lahan belasan hektare yang saat ini di atas lahan itu telah berdiri bangunan perusahaan, tak hanya kembali memantik aksi demo warga tergabung dalam Dewan Adat Dayak (DAD), Senin lalu.

Aksi ratusan warga ke perusahaan yang disepakati penyelesaian melalui mediasi oleh pihak pemerintah daerah. Namun belum ada keputusan berarti. Mereka berharap perusahaan mengganti rugi harga lahan dengan layak, sesuai

Dalam aksi menuntut itu dihadiri, juru bicara Ketua LAD Tanbu Enrico, Ketua KSDM Zainuddin, DAD HSS, Tapin serta beberapa anggota lainnya.

“Kami mewakili rakyat yang memiliki lahan 13,5 hektar yang dikuasai perusahaan dan belum diganti,” katanya, Rabu (24/1/2018).

Dalam pertemuan di antaranya dihadiri Kepala Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertanahan, saat itu hanya dilakukan penandatangan surat pernyataan dari pihak manajemen PT GHN.

Dalam surat tersebut pihak manajemen PT GHN Kotabaru menjamin General Manager PT GHN M Hamdan selaku pengambil keputusan, datang ke Kotabaru menemui warga yang mengklaim belasan hektare lahan tersebut.

Kepala Bidang Humas Kerukunan Suku Dayak Meratus (KSDM) sekaligus juru bicara dalam aksi itu, Agussaputra Wiranto melalui pesan singkatnya, Rabu (17/1/2018) membenarkan, surat pernyataan ditanda tangani manajemen PT GHN Kotabaru terkait kedatangan GM dari perusahaan produsen minyak goreng tersebut pada 24 Januari mendatang.

Menurut Agus, bila pada 24 Januari mendatang GM PT GHN tidak datang dan tidak ada penyelesaian, warga sebagai pengklaim bukan saja kembali melakukan aksi. Namun massa diturunkan berjumlah 1.000 orang akan menduduki PT GHN.
Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertanahan Kotabaru Heru Setiawan, kemarin membenarkan persoalan klaim atas lahan telah dilalukan mediasi untuk penyeleisaiannya.

Heru juga membenarkan, untuk penyelesaian sengketa tersebut rencana hadir GM PT GHN untuk dilakukan pengecekan lahan pengukuran.

Sementara hingga berita diturunkan perusahaan belum berhasil dikonfirmasi. Saat aksi demo berlangsung, para awak media cetak dan elektronik tidak diperkenankan meliput masuk lokasi tempat mediasi berlangsung. ron

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Posts