Media Terverifikasi Dewan Pers
RedaksiPrivacy Policy
banner 728x250 banner 728x250
Uncategorized  

Wujudkan Lapas Teluk Dalam yang Bersih, Damai dan Sinergi

banner 120x600
banner 468x60

Lembaga Pemasyarakatan (disingkat LP atau Lapas) adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana. Pola pembinaan para napi dilakukan berupa interaksi langsung, bersifat kekeluargaan antara pembina dan yang dibina.
Pembinaan yang bersifat persuasif yaitu berusaha merubah tingkah laku melalui keteladanan. Pembinaan berencana, terus menerus dan sistematika. Pembinaan kepribadian yang meliputi kesadaran beragama, berbangsa dan bernagara, intelektual, kecerdasan, kesadaran hukum, keterampilan, mental spiritual.

Hal tersebut diterapkan secara terukur oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) II A Teluk Dalam Kota Banjarmasin Drs Rudy Charles gill Bc. IP dalam membina warga binaanya. “Lapas Teluk Dalam saat ini sudah over kapasitas 650 persen, jadi memang tidak mudah. Makanya himbauan-himbauan membangkitkan motivasi, secara langsung sudah kita berikan setiap pagi. Para warga binaan disapa, diberdayakan,” tegas mantan Kasubdit Pencegahan Pemeliharaan Keamanan se Indonesia ini.

banner 325x300

Menurut Rudy yang pernah membawa Lapas Jogyakarta menjadi lapas terbaik se Indonesia ini, bahwa tujuan utama didirikannya Lembaga Pemasyarakatan adalah membentuk narapidana agar menjadi manusia seutuhnya yang menyadari kesalahannya, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat serta menjadi warga Negara yang baik dan bertanggungjawab. Itulah tantangannya dan harus dilakukan dengan baik.

“Jadi kalau terjadi sebuah kesalahan, ya harus cepat diingatkan, diantisipasi. Salah kedua ingatkan. Jangan sampai salah yang ketiga kalinya. Harus tegas dan cepat ditangani. Kita lakukan hukuman disiplin, berupa pola sentuhan-sentuhan kemanusiaan,” paparnya.

Mensiasati lapas yang sudah over kapasitas memang tak mudah, untuk itu Rudy menerapkan pola alih fungsi lahan dan ruangan. Misalnya, lapangan bulu tangkis di alih fungsikan untuk para warga binaan. “Kami rehab sedikit untuk mengisi over kapasitas ruang tahanan. Bisa dimanfaatkan untuk. Bisa dibayangkan dengan jumlah warga binaan yang banyak, dengan minimnya ruangan tahanan. Lewat pola alih fungsi diharapkan sedikit mengurangi beban makin sempitnya ruangan,” katanya.

Rudy ingin menjadikan kebetadaan lapas, bersih narkoba, bersih lingkungan, bersih pungli. Bahkan dalam upaya meningkatkan faktor keamanan lapas. Rudy membikin pintu gerbang kedua, dimana sebelumnya hanya ada satu pintu samping. “Jika hanya ada satu pintu, begitu pintu dibuka tentu bisa lari para napi. Makanya kita tambah pintu ke dua, jadi begitu masuk baru buka pintu kedua,” ujarnya.

Kalaps yang mengawali karier di Rutan Sala Tiga tahun 1990 ini, mengupayakan team work yang kuat. “Kami membangun team work yang kuat dengan pejabat yang dibawah. Tidak boleh ada yang saling selisih pandang, kita bisa menjadi suatu warna untuk memajukan kalapas ini. Saya selalu berikan pencerahan baik terhadap pembina dan petugas keamanan. Saya ingin wujudkan keberadaan lapas berdasi yang artinya, bersih, damai dan dan sinergi,” tegasnya.

idayusnita

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *