Media Terverifikasi Dewan Pers
RedaksiPrivacy Policy
banner 728x250
Uncategorized  

Perekonomian Kalsel Mulai Menggeliat

banner 120x600
banner 468x60

Industri perbankan terdapat 26 bank umum konvensional, 5 bank umum syariah, dan 10 unit usaha syariah dengan total 72 kantor cabang dan aset mencapai Rp65,415 Triliun pada triwulan IV 2017. Selain bank umum di Kalsel ada 27 BPR dan 1 di BPRS yang tersebar di 13 kabupaten/kota total aset sebesar Rp600 milyar.

Hal tersebut dikatakan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional IX Kalimantan, Haryanto, Selasa (6/2/2018) dalam sambutannya Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Kalsel 2018. Industri pasar modal, terdapat 8 perusahaan sekuritas yang beroperasi dan 26 agen penjual reksadana, industri keuangan non bank yang didominasi perusahaan pembiayaan sebanyak 60 perusahaan, asuransi umum sebanyak 30 perusahaan, dan asuransi jiwa 13 perusahaan. Begitu juga industri lain, seperti dana pensiun, lembaga penjaminan dan pegadaian.

banner 325x300

“Dengan semakin membaiknya sektor-sektor perekonomian utama di Kalsel, kinerja industri jasa keuangan selama satu tahun terakhir mengalami perbaikan dan pertumbuhan, baik sektor perbankan dan pasar modal,” ucapnya.

Dijelaskan Haryanto, perkembangan aktivitas sektor perbankan di Kalsel saat ini dalam tren meningkat (analisis berdasarkan lokasi bank). Perbankan mengalami pertumbuhan positif secara year on year (yoy) tercermin dari pertumbuhan aset 12,16 persen dana pihak ketiga 7,10 persen dan kredit 15,37 persen. Kinerja intermediasi yang tercermin dari rasio Loan to Deposit Rasio (LDR) meningkat dari 102,8% pada triwulan III 2017 menjadi 110,7 persen (yoy) pada triwulan IV 2017. Risiko kredit yang tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,77 persen. Pertumbuhan kredit modal kerja dan kredit investasi berkontribusi terhadap pertumbuhan kredit yang signifikan tersebut.

“Pertumbuhan penyaluran kredit, menunjukkan respon positif perbankan atas perbaikan atau pemulihan di beberapa sektor usaha antara lain sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit,” ungkap Haryanto.

Hal senada dikatakan Wakil Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan yang hadir dan membuka acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Kalsel 2018, pelaku industri keuangan memiliki peranan penting dalam mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi daerah dan pemerataan kesejahteraan masyarakat Kalsel. Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri tanpa mengikut sertakan para pelaku industri keuangan sebagai mitra kerja.

Rudy mengatakan, penghargaan terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Wilayah Regional IX Kalimantan dalam realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kenaikan 11,49 persen dari Desember 2016 ke Desember 2017, suatu kinerja yang baik.

Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Kalsel 2018, dihadiri Anggota Komisi XI DPR-RI, Syaiful Rasyid dan Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara. ida/inf

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *