Media Terverifikasi Dewan Pers
RedaksiPrivacy Policy
banner 728x250
Uncategorized  

Penahanan Mobil Pendemo Pro Tambang Menuai Kritik

banner 120x600
banner 468x60

Kotabaru – Penahanan mobil 22 buah pick up dan tiga diantaranya mobil tertutup yang ditumpangi para pendemo pro tambang oleh aparat kepolisian Senin lalu, rupanya menuai kritik. Mobil -mobil yang tumpangi pendemo pro tambang itu ditahan hingga 2 jam di pulau laut tengah. Tidak boleh ke Kotabaru.

“Ada juga mobil tertutup yakni avanza, dan extrada, juga ikut ditahan tidak boleh ke Kotabaru, “kata Makruf.

banner 325x300

Sementara itu Abd Muin kepada wartawan mengatakan, sedianya demonstran yang turun berunjukrasa pada saat itu, sebanyak 3.500 orang, akan tetapi di Kecamatan Pulau Laut tengah, massa pendemo diberhentikan oleh petugas Polsek Pulau Laut tengah sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju lokasi unjuk rasa. Mereka dilarang bergabung demo dan mobil yang tumpango ditahan, tidak dibolehkan melanjutkan perjanan ke DPRD Kotabaru.

Kasat Lantas Polres Kotabaru, AKP. Alvin Agung mengatakan penahanan terhadap peserta demo merupakan tindakan prosedur yang di lakukan oleh petugas kepolisian. Bukan melarang berunjuk rasa. Sebab, berdasarkan pasal 33 yang mana isinya angkutan barang dilarang untuk mengangkut orang. Karena jika terjadi kecelakaan yang bertanggung jawab pihak kepolisian. “Jadi kita tidak melarang masyarakat yang mau berunjuk rasa, bahkan kami siap mengawalnya. Akan tetapi ketika saya mendapatkan laporan dari pertugas bahwa mereka mempergunakan mobil pick up, saya katakan jangan. Itu berbahaya, bisa terjadi kecelakaan.

Alasan itu dipakai kepolisian karena mereka tidak ingin ada kejadian kecelakaan seperti Kalteng belum lama ini.

“Tadi kan ada yang naik truk 6, juga naik pick up. Kemudian peraturan ini bukan hari ini saja di berlakukan, beberapa waktu lalu ada warga yang menuju wisata sarang tiung, dan menggunakan mobil pick up, kami tahan dan kenakan tilang, “ujar Alvin.

Ketika ditanya apakah penahanan itu sebuah intervensi dan diskriminatif dari pihak kepolisian, secara tegas Kasat Lantas itu membantah. Dia mengatakan tidak ada intervensi maupun diskriminatif terhadap pendemo hari itu.

Demo pro tambang Senin lalu, banyak masyarakat dari kecamatan pulau laut tengah tidak diijinkan oleh Kapolsek pulau laut tengah.

Kapolsek pulau laut tengah Iptu H.Pato S.Tompo mengatakan dirinya hanya menjalankan perintah. Saya diperintahkan oleh Lantas untuk tidak membolehkan mengunakan bak terbuka. Ini perintah saya mengikut aja, “ujarnya kepada wartawan. (Ani)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *