Komitmen PTS Kalsel Penuhi Standar Kelas Dunia

Guna mengejar ketertinggalan dengan PT yang ada di Jawa. PTS di Kalsel harus kuat komitmenya, ada 10 PTS di Jawa banyak yang sudah memenuhi standar kelas dunia, ini tantangannya bagi Kalsel. PTS harus memprogramkan akreditasi minimal menjadi B, yang status C harus dikurangi. PTS di Kalsel pasti mampu, untuk itu harus terus didorong komitmentnya.

Hal tersebut dikatakan, Prof Aris Junaidi Direktur Penjaminan Mutu, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berharap, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kalsel harus meningkatkan kualitas guna memenuhi standar, ,” ujarnya, Jumat (9/3).

Aris mengatakan, masih banyak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang saat ini masih tertinggal standar nasional pendidikannya dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) khususnya di wilayah luar Pulau Jawa. Karena itu pemerintah khususnya Kemenristek Dikti mendorong agar tak ada lagi kesenjangan mutu pembelajaran, sehingga dapat mendorong produktivitas dan inovasi di PTS.

Pemerintah lanjut Aris, memiliki keinginan perguruan tinggi swasta mengejar mutu kelas dunia. Perubahan status dari sekolah tinggi menjadi universitas merupakan momentum yang baik untuk menjadi kampus berkelas dunia.

“Karena transisi pendidikan yang begitu cepat tidak lagi bisa mengandalkan proses belajar yang konvensional. Apalagi saat ini era kompetisi dan persaingan bebas. “Kami minta pengelola kampus jangan hanya menjadikan investasi pendidikan sebatas business as usual semata. Tapi harus didorong lebih maju lagi, kelas dunia,” ucapnya.

Sebab bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga, jumlah kampus di Indonesia sangat banyak. Ada 134 perguruan tinggi negeri dan 4.200 lebih kampus swasta. Jika dikelola dengan baik, diyakini potensi kampus tersebut akan menaikkan daya saing bangsa di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini. Indonesia jangan sebatas menonton, tetapi harus menjadi pemain dalam persaingan kelas dunia ini.

Banyaknya PTS yang ada di Indonesia menjadi alasan mengapa standar nasional pendidikan belum dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Selain itu yang juga menjadi persoalan adalah banyaknya program studi (prodi) yang tidak diterima di masyarakat.

“Kita memiliki sejumlah persoalan terkait hal ini. Memang jumlah Universitas di Indonesia terlalu banyak rasionya, ini yang membuat kualitas jadi terbatas,” jelasnya.

PTS di Kalsel harus segera menyesuaikan diri dengan sistem nasional Perguruan Tinggi (PT), karena dengan itu secara umum akan meningkatkan kualitasnya. Agar nantinya juga dapat melahirkan lulusan yang berkualitas. Bila regulasi sudah ada, nantinya harus berjalan sesuai kesepakatan. Dengan demikian setiap PT akan dibuat regulasi yang berbeda beda sesuai kondisi geografis dan masyarakat yang ada.ida/inf

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Posts
Read More

Warga Karawang Butuh Vitamin

Karawang, infobanua.co.id – Wabah virus Covid 19 di Karawang sudah masuk kategori zona merah, karena perkembangan setiap harinya…