Media Terverifikasi Dewan Pers
RedaksiPrivacy Policy
banner 728x250
Uncategorized  

Pekerja Perkebunan Banyak tak Masuk BPJS Kesehatan

banner 120x600
banner 468x60

Yang jadi permasalahan masih banyak disektor-sektor perkebunan terutama kelapa sawit, banyak tenaga kerja itu yang PHL itu belum dilindungi BPJS tenaga kerja hal ini tentu menjadi keprihatinan, karena pekerja sektor sawit termasuk high risk. Jumlah pekerja di setor perkebunan karet, kelapa sawit yang beroperasi di Kalsel ternyata banyak yang belum dimasukkan ke BPJS Kesehatan. Pasalnya, sektor perkebunan rentan terjadinya kasus kecelakaan kerja.

Hal tersebut dikatakan, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Banjarmasin, Ramadan Sayo, Jumat (8/9). Pihak perusahaan juga menyadari para pekerjanya adalah aset, jadi sewajarnya dimasukkan ke program BPJS Kesehatan. “Kami akan terus melakukan sosialisasi, kita akan kerjasama dengan stekholder, pemerintah setempat, supaya bagaimana tenaga kerja khususnya di Pekerja Harian Lepas (PHL) itu harus ada perlindungannya. Paling tidak 2 program dulu yakni, program kecelakaan dan kematian.

banner 325x300

“Disinggung perusahaan lain, Ramadan mengaku terus mendata dan memang banyak juga perusahaan yang sudah memasukkan pekerjanya ke BPJS. Sekitar 70 persen sudah masuk, sisanya akan kita lakukan pendekatan lagi,” ujarnya.

Ramadan bahkan melakukan kerjasama dengan Kejari Kalsel jika ada perusahaan yang susah sekali memberikan data dan tak mau memasukkan ke BPJS ketenagakerjaan. “Kami sudah berikan surat teguran dua hingga tiga kali untuk diberikan teguran, terus kami surati. Termasuk 30 perusahaan di Banjarmasin juga kami surati,” katanya.
Beberapa perusahaan yang belum mau mendaftarkan para pekerjanya, misalnya rumah makan, toko toko, seharusnya bisa berkerjasama.

Ramadan menjelaskan, jumlah klaim selama tahun 2017 yakni kliem jaminan hari tua sebanyak 11 ribu tenaga kerja dengan jumlah nominal Rp97,8 miliar. Sedangkan kasus kecelakaan kerja yang sudah dibayar ada 192 kasus dengan nilai Rp4,5 miliar. Sedangkan kasus jaminan kematian ada 192 kasus klaim kematian Rp4,5 miliar.

“Sedangkan jumlah kasus kecelakaan kerja ada 337, berarti dalam satu tahun ada 365 kasus, itu artinya setiap hari ada kasus pekerja yang alami kecelakaan kerja,” ungkapnya.

Dimana jumlah kecelakaan kerja ada 337 kasus, jadi hampir setiap hari dari jumlah klaim yang dibayarkan Rp7,2 miliar itu untuk kecelakaan kerja. Untuk yang pensiun sudah dibayar Rp385 juta. Untuk klaim proyek jasa kontruksi yang dibayar tahun 2017 sampai Rp110,1 miliar khusus untuk kecelakaan kerja.

“Memang ada penurunan jumlah kecelakaan kerja jika dilihat dari trend setiap tahunnya, tahun 2016 itu kita bayar 114,5 miliar. Untuk ditahun 2018, sampai bulan Januari sudah kita bayar Rp132 miliar, trennya naik setiap hari banyak yang klaim. Padahal jaminan hari tua diambil setelah dia memasuki masa tua,” ucapnya.ida/inf

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *