Konsumen Pupuk Bersubsidi Hanya Pemilik Kartu Tani

Pemerintah mengeluarkan Kartu Tani merupakan solusi agar penyaluran pupuk bersubsidi tidak bocor selain peruntukkannya yakni petani angota kelompok tani sesuai kebutuhannya. Kartu Tani adalah solusi yang dinilai tepat karena petani membeli pupuk bersubsidi hanya dilayani distributor atau kios sesuai luas lahan yang dimilikinya.

Tujuan Kartu Tani sebagai pemutus mata rantai penyalahgunaan pupuk bersubsidi bahkan dijual kepihak lain. Masalah kartu tani yang harus dimiliki anggota Kelompok Tani tersebut, Rabu (11/04/2018) disosialisasikan Kepala BPP kecamatan Sungai Tabuk H.Yajidi S, usai peringatan Isra Mii’raj Nabi Muhammad SAW, tahun 1439 H.

Penceramah Ustadz Husaini, yang mengupas masalah bekerja dan ibadah. Kata Yajidi, Kartu Tani adalah sejenis buku tabungan dengan cara menabung ke Bank BUMN dan akan mengeluarkan sekeping kartu debit/tabungan sebagai alat transaksi. Apabila ada bantuan pemerintah salah satunya pembelian pupuk bersubsidi hanya tinggal menunjukkan kartu tani ke kios pupuk yang ditentukan.

Cara membayarnya tinggal menggesek dimesin Electrinic Data Capture (EDC) yang tersedia di kios distributor. Kartu Tani tidak bisa dicairkan dalam bentuk tunai. Kartu Tani juga untuk memudahkan petani dalam proses pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dikatakan Haji Yajidi, penyusunan Rencana Depinitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang didata oleh penyuluh yang diverifikasi atau didata ulang kebenarannya, dan dilaporkan melalui sistem online (e-rdkk) sebagai persyaratan untuk pengambilan pupuk bersubsidi atau bila petani meminjam dana KUR.

“Penjelasan lebih rinci mengenai persyaratan untuk mendapatkan Kartu Tani, sosialisasinya akan diselenggarakan tanggal 17 April 2018 di BPP Sungai Tabuk,” pungkas Yajidi.
(Ayi Kuswana)

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Posts