Media Terverifikasi Dewan Pers
RedaksiPrivacy Policy
banner 728x250 banner 728x250
Uncategorized  

DR H Fauzan Ramon Dijagokan Memimpin KONI Banjarmasin

banner 120x600
banner 468x60
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Banjarmasin segera berakhir pada 2018 dan akan memilih ketua baru.Figur yang mengemuka untuk menjadi Ketua KONI Baanjarmasin, muncul yakni, DR H Fauzan Ramon SH MH advokat kondang Kalsel, didaulat untuk memimpin menggantikan Jumadri Masrun.
Dukungan pun mulai mengalir, sebanyak 23 pengcab bahkan menyatakan dukungannya. Adapun Ketua Pengcab Renang Kota Banjarmasin Muhlis Muhtar, berharap ada pergantian Ketua KONI Kota Banjarmasin. Muhlis condong mendukung sosok Fauzan Ramon yang dikenal sebagai pengacara.
“Hari ini kami diundang secara khusus bersama 23 Pengcab oleh bakal calon Ketua KONI Banjarmasin Fauzan Ramon. Kami nyatakan siap mendukung, karena memang KONI Banjarmasin membutuhkan regenerasi,” ujarnya.
Fauzan Ramon sengaja mengundang para pengurus cabang olahraga di Kota Banjarmasin untuk silahturahmi. Fauzan tegas memohon dukungan bahwa dirinya akan maju mencalonkan menjadi ketua KONI Banjarmasin.
“Alhamdulilah, sebanyak 23 pengcab siap mendukung. Bahkan secara tertulis dan sudah bertandatangan diatas materai secara hukum sudah resmi,” kata Fauzan.
Kalaupun diberi amanat memimpin KONI Banjarmasin, Fauzan berjanji membesarkan KONI Banjarmasin dengan skala prioritas menyiapkan sekretariat. Ia mengingatkan bahwa Banjarmasin menjadi barometer dunia olahraga di Kalsel.
“Untuk itu, kami menyiapkan sekretariat, karena selama ini sekretariat KONI Banjarmasin aksesnya kurang familier. Suatu organisasi kalau ada sekretariat semuanya kontrak ruko, kalau tidak ada dana dari pemerintah, Ketua KONI terpilih yang harus bertanggung jawab. Mau berkoban demi organisasi,” kata Fauzan.
Fauzan menilai, selama dua periode dipimpin Jumadri Masrun, KONI Kota Banjarmasin aktivitasnya stagnan tanpa kemajuan. Selain itu, Fauzan menyatakan Jumadri Masrun kurang perhatian, baik terhadap pembinaan atlet muda dan atlet yang berprestasi.
“Stagnan tidak ada kemajuan-kemajuan. Kurangnya pembinaan, kurangnya perhatian kepada atlit-atlit baik yang masih di bina maupun yang berprestasi,” kata Fauzan Ramon.
banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *