700 Ulama Nusantara Kumpul di Banjarmasin Bahas Apa Saja Sih?

oleh -2 views

Persoalan-persoalan umat, mulai hoax, politik, kesenjangan ekonomi, hingga hukum positif terhadap norma agama Islam.akan dibahas oleh ulama se Indonesia di Kota Banjarmasin. Kegiatan dibuka langsung oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin. Perhelatan akbar ulama ini bertajuk, Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-6 di pusatkan di Pondok Pesantren Al Falah putri, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

“Itjima ulama semoga bisa merumuskan berbagai permasalahan yang dibahas ratusan ulama dan menjadi fatwa ini akan menjadi bahan acuan bagi berbagai pihak dan kalangan,” ujar Menag pada kata sambutannya ketika membuka acara di Banjarbaru, Senin.

Kader PPP ini mengatakan berbagai bidang dan masalah akan dibahas dalam Ijtima’ yang berlangsung selama tiga hari termasuk permasalahan politik yang dikait-kaitkan dengan agama.

Untuk itu, diharapkan seluruh pihak hendaknya jangan memanfaatkan agama terutama Islam untuk kepentingan politik apalagi sampai memecah-belah umat beragama dan persatuan-kesatuan rakyat Indonesia.

“Kami meminta, jangan ada pihak manapun yang manfaatkan agama untuk kepentingan politik apalagi dampaknya bisa memecah-belah umat yang sudah terjaga kerukunannya,” pesan dia.

Sementara itu, Ketua MUI Ma’ruf Amin mengatakan, Ijtima’ dihadiri 700 ulama dari seluruh Indonesia membahas isu-isu strategis kebangsaan, dan hukum positif terhadap norma agama Islam.

Soal kesenjangan ekonomi-sosial, praktek mahar politik menjelang pilpres dan pilkada serta fiqih kontomporer termasuk merespon seluruh persoalan di masyarakat.

“Umat Islam di Indonesia merupakan mayoritas sehingga kami wajib menjaga dari pengaburan makna. Pembahasan ini bentuk perwujudan tanggung jawab MUI yang menaungi ulama,” ucapnya.

Ia menyebutkan masalah politisasi agama juga menjadi pokok bahasan utama dan MUI juga siap mengawal pembangunan ekonomi umat di tengah tingginya kesenjangan ekonomi dan sosial.

“Kami bersama ulama dalam MUI siap mendukung pemberdayaan ekonomi umat agar muslim sebagai mayoritas tidak lagi menjadi golongan lemah yang dimanfaatkan konglomerat,” ujarnya.

Ia mengatakan pemberdayaan ekonomi umat membawa kebaikan bagi setiap umat dan MUI memiliki tanggung jawab bidang keagamaan untuk menghilangkan kemiskinan sebagai fardu kifayah.

“Kami berharap ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan umat terbangun di masa depan sehingga ada Basmallah Mart atau Al Falah Mart dan kemiskinan semakin berkurang,” kata dia.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sangat mengapresiasi pelaksanaan Ijtima’ Ulama komisi Fatwa MUI ke-6 itu karena posisi ulama memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi umat di Kalsel.

“Ulama mampu memberi pencerahan bagi masyarakat Kalsel. Jika rasa aman dan damai terwujud maka menambah berkah bagi rakyat Kalsel sehingga kami meminta ulama mendoakan,” katanya.

yus

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.