Pemprov Kalsel Siap Dikritik!

Guna mewujudkan visi dan misi Gubernur Kalsel peran media cetak, elektronik serta daring di Kalsel dinilai begitu besar kontribusinya. Karena peran media untuk ikut membantu menyebar luaskan setiap denyut kegiatan yang dilakukan Pemprov Kalsel

Hal itu ditegaskan Kepala Biro Humas dan Protokol Sekdaprov Kalsel Kurnadiansyah pada acara jumpa pers bulanan bersama insan media di Desa Wisata Kiram, Kabupaten Banjar Selasa (15/5/2018).

“Pemprov Kalsel ingin mengetahui dan menggali sampai sejauh mana keterlibatan dan peran media ikut mendukung visi misi Gubernur Kalsel, lewat pemberitaannya. Pemprov Kalsel menerima krtik, asal dilakukan secara kontsruktif. Kita tak alergi untuk dikritik,” katanya Kurnadiansyah usai kegiatan.

Kurnadiansyah mengungkapkan, kegiatan jumpa pers bulanan ini memang ingin menjaring usulan serta kritikan para wartawan yang meliput kegiatan di Pemrov Kalsel akan diadakan secara rutin dengan menggandeng SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel.

Ketua PWI Kalsel Zainal Helmi yang ikut diundang pada kegiatan ini mengatakan, keberadaan wartawan sebagai mitra pemerintah diharapkan tetap memberikan kritik yang konstruktif bukan destruktif.

“Kritik itu cuma ada dua, kritik membangun atau menghakimi, ini harus dipilah dan dibedakan. Untuk itu, semestinya ketika melakukan kritik juga sembari di beri celah solusinya seperti apa,” ujarnya.

Wartawan senior di media cetak ini berharap, tak semua yang buruk itu harus dikatakan selalu buruk, harus dicari faktor penyebabnya. Disinilah peran wartawan untuk menggali beberapa ide guna perbaikan yang mesti dilakukan pemerintah provinsi.

Misalnya, terkait persoalan PT SILO dengan Pemprov Kalsel, peran pers sangat besar untuk ikut membantu pemerintah provinsi memberikan informasi secara seimbang kepada masyarakat. “Jangan sampai kita dijajah oleh kepentingan pemilik modal kelas kakap. Yang hanya ingin mengeruk sumber daya alam, yang ujungnya menyisakan kerugian bagi Kalsel,” paparnya

Sumber Daya Alam yang melimpah ruah di Tanbu dan Kotabaru, lanjut Helmi, sejatinya ikut memberikan kesejahteraan bagi masyarakat bukan hanya direguk dan dinikmari pemilik modal. “Kita bukan antipati dengan pemilik modal, jika pembagiannya adil dan merata. Tak ada alasan kita menolak aktivitas tambang,” tandasnya.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Posts