Harga Karet Di Balangan Turun

Terus turunnya harga karet dipasaran menjadikan petani di Kabupaten Balangan menghadapi dilema karena tak bisa mendapatkan keuntungan.  Saat ini harga karet ditingkat petani Balangan terus anjlok dari Rp8 ribu per kilogram pada bulan Januari, turun lagi menjadi Rp6 ribu per kilogram di bulan Mei 2018.

Melihat kondisi ini, Pemkab Balangan melakukan beberapa langkah agar mutu dan harga karet di Balangan stabil harganya.  “Kami bertekad agar harga karet ditingkat petani menjadi Rp8 ribu per kilogram hingga Rp10 ribu per kilogram. Caranya, melakukan sosialisasi serta program pendampingan kepada petani agar hasil tanaman karet kualitasnya meningkat dan harga juga naik,” kata Bupati Balangan Ansharudin, ketika ditemui usai open house bersama Gubernur Kalsel di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Sabtu (16/6).

Kata Ansharudin, dirinya optimis harga karet di Balangan akan pulih kembali sehingga akan menggairahkan petani untuk menanam. Saat ini produksi karet Balangan masih stabil yang mampu menghasilkan kurang lebih 23 ribu ton per tahun. Dengan luasan kebun karet rakyat 34 ribu haktare, kebun karet swasta sebanyak 636 hektare.

“Kami terus menggencarkan sosialisasi dan melakukan pelatihan peningkatan mutu karet kepada petani karet Balangan,” paparnya.

Menurut Ansharudin, pihaknya sudah menggandeng menggaet investor untuk membangun pabrik karet,  kedepan Balangan tidak akan mengirim bahan mentah, tetapi dalam bentuk bahan jadi seperti produksi ban. Pengembangan industri daerah, tambah dia, sangat penting didorong untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menyerap tenaga kerja lokal. Selain itu, tambah dia, untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ansharudin mengungkapkan, tahun 2020 dirinya punya tekad menuntaskan program tiga industri yakni, karet, keramik dan gula aren.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Posts