Pembangunan Fasilitas Bandara Kotabaru Digenjot

0
152 views

Kotaba – Pembangunan fasilitas Bandar Udara (Bandara) kabupaten Kotabaru terus digenjot dan diyakini rampung tahun ini. Biaya yang disediakan untuk pembangunan fasilitas Bandara Gusti Syamsir Alam, Kotabaru ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 10 miliar.

Dana tersebut untuk membiayai penambahan fasilitas Bandara Gusti Syamsir Alam Kabupaten Kotabaru, di yakini tahun ini dapat terselesaikan, setelah tahun 2017 lalu terpaksa harus memutus kontrak dengan kontraktornya karena dinilai cacat janji kontrak, atau tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai dalam perjanjian kontrak.

Itu dikemukakan Kepala Bandara Gusti Syamsir Alam, Prio kepada wartawan (5/6/2018).

Dia menambahkan, seharusnya bangunan yang di anggarkan melalui APBN tersebut sudah diselesaikan tahun 2017, namun karena kontraktornya cacat janji, tidak dapat menyelesaikan sesuai kontraknya. Jadi melalui pemeriksaan Kejaksaan, terpaksa harus di hentikan dan pada tahun 2018 ini, kembali dilanjutkan pengerjaannya.

“Fasilitas yang sedang dibangun adalah penambahan luasan ruang tunggu, penambahan luasan kedatangan serta perlengkapan fasilitas lainnya. Seperti pengadaan Troly ( kereta dorong untuk Cabin barang,” kata Prio .

Untuk pengadaan troly ini, sebenarnya tidak terlalu urgen seperti di bandara besar, karena jarak ruang kedatangan untuk keluar, tidaklah jauh akan tetapi, demi kenyamanan penumpang
tetap disediakan.

“Untuk Bandara Syamsir Alam ini tetap diadakan kelengkapan fasilitas itu, termasuk di dalam APBN yang sebesar Rp10 Miliar itu,”tandas Prio.

Dikatakannya, bertambahnya pesawat dan rute penerbangan di bandara Gusti Syamsir Alam, kemungkinan penambahan lebar dan panjang landasan pacu untuk prospek beroperasinya pesawat yang lebih besar lagi, kata Prio direncanakan penambahan luas dan panjang landasan pacu pesawat untuk bandara Syamsir Alam ini, tetapberhitung dari prospek penumpang yang ada. “Jika penumpang masih seperti ini, belum ramai, masih belum memungkinkan dilakukan. Sebab salah satu persyaratan utamanya pengusulan untuk itu perluasan lagi adalah membludaknya penumpang yang cukup besar.
Rute Syamsir Alam Juanda saja belum di aktifkan, padahal izin terbangnya sudah ada. Itu karena penumpang masih sepi.

Prio menjelaskan, sebenarnya yang membuat pemasukan agak lumayan untuk air Lines di bandara Syamsir Alam ini adalah Cargo nya. Yaitu pengiriman Lobster yang rutin. Sementara untuk pengiriman jenis hasil laut lainnya belum ada, seperti kepiting dan udang. Kalau harga lobster memang mahal, karena per kilogram nya mencapai puluhan juta rupiah. Sementara ikan dan kepiting sangat murah dibanding lobster. Jadi sudah tentu pedagangnya akan rugi jika pengiriman ikan atau kepiting di lakukan juga dengan pesawat.

Untuk batasan tonase Cargo pesawat di Kotabaru, hanya 500 kilogram saja. “Itupun belum terpisah dengan ruang penumpang, “kata Prio. (ani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.