Penetapan Edy Suryadi Sebagai Ketua Partai Berkarya Berdasarkan SK DPP

Ketua DPW Partai Berkarya Kalimantan Selatan Edi Suryadi buka suara terkait dugaan dirinya dituduh melakukan pelanggaran terhadap Partai Berkarya. Dimana sebelumnya bekas calon kandidat Ketua DPW Partai Berkarya Kalsel, Joko Siswanto, menuding penunjukkan Edi Suryadi sebagai Ketua Partai Berkarya Kalsel menyalahi prosedur karena melenceng dari hasil Rapimwil Partai Berkarya Kalsel pada 10 Juni lalu.
Di rapimwil tim formatur, Joko Siswanto mendulang lima suara dan Edi meraih satu suara sebagai Ketua DPW Partai Berkarya Kalsel. Edi Suryadi berpatokan Surat Keputusan (SK) DPP Partai Berkarya Nomor SK/029/DPP/Berkarya/VI/2018 tanggal 19 Juni 2018 yang sudah memutuskan susunan komposisi kepengurusan DPW Partai Berkarya Kalsel periode 2017-2022.
“Saya tak melakukan apa yang dituduhkan menelikung Joko Siswanto, Jadi dimananya kami melakukan pelanggaran dan dikatakan telah menelikung?” kata Edi Suryadi di Banjarmasin, Minggu (8/7).
SK turut ditandatangani Ketua Umum DPP Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra dan Sekjen Priyo Budi Santoso. Dalam SK itu, Joko Siswanto duduk sebagai anggota Dewan Pakar Partai Berkarya Kalsel, Edi Suryadi (Ketua DPW Partai Berkarya Kalsel), Gusti Fathurrahman (Sekretaris DPW Partai Berkarya), dan Yanti Lamandau (Bendahara DPW Partai Berkarya).
“Dalam susunan di SK sudah jelas, kenapa diributkan,” kata Edi Suryadi.
Menurut Edi, hasil Rapimwil I Partai Berkarya tanggal 10 Juni 2018 yang dihadiri pengurus DPW, pengurus DPP serta seluruh 13 DPD Partai Berkarya se-Kalsel. Rapimwil itu dibuka oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Berkarya Hasib Wahab
Hasbullah.
Agenda utama rapimwil membahas tata cara pemilihan melalui tim formatur yang berjumlah 7 orang. Ada dua nama
kandidat Ketia yang muncul dalam pemilihan, yaitu Joko Siswanto dan Edi Suryadi.
“Dalam rapimwil memutusakan dua nama untuk disodorkan ke DPP Partai Berkarya untuk ditetapkan satu nama untuk menjadi ketua. Ketika muncul nama saya sebagai ketua mengapa diprotes dan malah menuding kami melakukan pelanggaran,” kata pria yang merangkap Ketua Kadin Kalsel ini.
Edi tak mempersoalkan tudingan minor ke dirinya. Ia tetap fokus membesarkan partai di Kalsel dan mempersiapkan caleg Partai Berkarya yang akan mengikuti Pemilu 2019. Edi mendukung keinginan Joko Siswanto yang berniat menggugat persoalan ini ke Mahkamah Partai dan Pengadilan Negeri Jakarta. “Jika memang itu yang dirasa baik oleh Joko, kami mendorong, itu hak sebagai anggota,” kata Edi Suryadi.
Posisi Edi Suryadi sebagai Ketua DPW Partai Berkarya Kalimantan Selatan, menuai penolakan dari sebagian fungsionaris internal partai politik besutan Tommy Soeharto. Belum sebulan menggantikan Abdul Latif, tiga orang pengurus Partai
Berkarya Kalsel menggugat penetapan Edi Suryadi.
Edi menggantikan Abdul Latif, bekas Bupati Hulu Sungai Tengah, yang ditetapkan sebagai terdakwa kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Joko Siswanto mengatakan ia sejatinya memenangkan pemungutan suara ketika Rampimwil Partai Berkarya Kalsel pada 10 Juni lalu. Dalam rapimwil yang diikuti oleh pengurus Partai Berkarya dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan itu, Joko mendapat lima suara dan Edi Suryadi cuma mengemas satu suara.
“Saat rapimwil tanggal 10 Juni lalu, saya diputuskan menggantikan Abdul Latif. Tapi kenapa yang terpilih jadi Ketua Partai Berkarya Kalsel justru Edi Suryadi,” kata Joko Siswanto di Banjarmasin, Minggu (8/7/2018).
Joko menduga ada oknum DPP Partai Berkarya memberitahukan informasi yang keliru ke Tommy Soeharto. Joko Siswanto menuding DPP Partai Berkarya tak konsisten atas putusan rapat pimpinan wilayah 13 kabupaten/kota di Kalsel.
“Ini pendidikan politik yang kurang baik, apalagi Partai Berkarya termasuk partai baru,” ucap Joko.
Joko akan mengadukan kisruh ini ke Mahkamah Partai dan Pengadilan Negeri di Jakarta. Joko mengklaim mayoritas pengurus Partai Berkaya dari 13 kota/kabupaten se-Kalsel mendukungnya. “Atas kisruh ini, 50 persen dari 200-an orang caleg Partai Berkarya di Kalsel dipastikan mengundurkan diri ikut Pemilu Legislatif DPRD,” ucap Joko Siswanto.
Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Posts