Media Terverifikasi Dewan Pers
RedaksiPrivacy Policy
banner 728x250
Uncategorized  

Penyalahgunaan Narkoba Kalsel Terus Meningkat

banner 120x600
banner 468x60

Berdasarkan hasil penelitian Universitas Indonesia tahun 2017, disebutkan tingkat prevalensi penyalahgunaan narkoba di Kalsel naik tahun 2017 dari 1, 89 menjadi 197 prevalensi. Dari gambaran tersebut jumlah penyalahgunaan narkotika di Kalsel naik tajam.

“Jika jumlah penduduk Kalsel terutama yang berumur antara 20 tahun hingga 50 tahun sebanyak 3 juta jiwa dikalikan 197 hasilnya ada 59 ribu orang yang melakukan penyalahgunaan narkotika di Kalsel. Hasil ini harus menjadi keprihatinan semua pihak,” kata Kepala BNNP Kalsel Brigjen Pol Nixon Manurung, Kamis (12/7) usai acara jumpa pers lomba jalan sehat BNNP Kalsel.

banner 325x300

Kata Nixon, disisi lain permasalahan begutu banyaknya warga banua yang terjerumus narkoba tak diimbangi dengan kemampuan rumah sakit misalnya, RSJ Sambang Lihum, dimana untuk keperluan rawat inap kemampuan rumah sakit terbatas hanya 150 pasien. “Lantas sampai berapa tahun lagi penderita akibat narkoba ini dilakukan rehabilitasi,” ujarnya.

Ketika ditanyakan guna meredam narkoba di Kalsel perlunya private eye (mata-mata khusus narkoba), Nixon menilai memanfaatkan peran mata-mata dinilainya terlalu beresiko. “Tak perlu pakai mata-mata segala, perlu dilakukan upaya penyadaran bersama-sama semua elemen masyarakat. Lewat gerakan perang melawan narkoba, termasuk peran organisasi pegiat anti narkoba,” ujarnya.

Nixon berharap, peran masing-masing pemda terhadap makin merebaknya narkoba di Kalsel harus ditingkatkan lagi kepeduliannya. Urusan narkoba menjadi persoalan bersama yang harus ditanggulangi.

Sementara Fahriza salah satu penggiat anti narkoba Universita Islam Negeri (UIN) Antasari justru menilai, peran mata-mata dibutuhkan karena saat ini Indonesia sudah darurat narkoba.

“BNNP Kalsel dan ormas anti narkoba harus sinergi, secara pribadi perlunya menerjunkan mata-mata atau private eye untuk mengawasi tempat hiburan malam dan kampung-kampung yang ditengarai menjadi peredaran narkoba di Kota Banjarmasin serta kota/kabupaten di Kalsel. Mata-mata itu diterjunkan terutama untuk mengawasi dan menyelidiki tempat hiburan malam yang menjadi tempat peredaran narkoba,” katanya.

Fahriza menyebut, sudah santer pemberitaan di media hanpir tiap hari ada berita kasus narkoba di Kalsel, bahkan merambah ke pelosok desa. Termasuk tempat hiburan malam terindikasi jadi tempat peredaran narkoba. “Tempat-tempat itu harus jadi perhatian. Harus rutin diawasi tempat-tempat hiburan malam di Kalsel. Dengan pengawasan tersebut, timbul upaya pengelola tempat hiburan malam menjaga tempat mereka agar terhindar dari peredaran narkoba. Untuk itu perlu adanya mata-mata,” katanya.

Sementara itu, BNNP Kalsel menyambut baik kegiatan yang dilakukan organisasi anti narkoba Aliansi Pemuda Anti Narkoba (APAN) Kalsel dan BNNP Kalsel yang menggelar lomba jalan sehat yang akan digelar Sabtu pagi (14/7) start dimuka Tugu Nol Kilometer Banjarmasin. “Kami apresiasi kegiatan jalan sehat yang didukung penuh Gubernur Kalsel, dimana pesertanya sudah mencapai 5 ribu lebih,” kata Kepala BNNP Kalsel Brigjen Nixon Manurung. Kata Nixon, lewat kegiatan ini diharapkan dimanfaatkan untuk melakukan sosialisasi untuk melawan narkoba dan mengajak pola hidup sehat.
rel/yus

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *