Ditegur Jangan Pakai Sepatu Ke Makam Keramat Kabag Humas Batola ‘Tinju’ Penjaga Makam

  • Whatsapp
Wakil Bupati Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Rahmadian Noor, menyesalkan aksi main pukul seorang ASN terhadap penjaga makam keramat Syekh Abdussamad Al Banjary (Datu Samad), Jainuri. Kepala Bidang Humas Pemkab Barito Kuala Hery Sasmita memukuli Jainuri di lokasi makam pada Kamis (19/7/2018).
Setelah kejadian itu, dia memanggil Hery Sasmita untuk memberikan peringatan secara lisan. Tapi, Rahmadian berkata Bupati Batola Noormiliyani yang paling berwenang menjatuhkan sanksi terhadap Hery Sasmita. “Karena masalah itu, kan beliau yang berwenang,” jawabnya melalui sambungan telepon, Jumat (20/7/2018).
Menurut dia, penjatuhan sanksi terhadap Hery harus melalui kajian sesuai aturan perundangan tentang disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), agar tidak sepihak. “Apakah ini masuk sanksi ringan, sedang atau berat harus dikaji terlebih dahulu dengan mengikutsertakan dari berbagai macam pihak,” jelasnya.
Ia menuturkan seorang ASN mesti mengontrol diri dan tidak semena-mena melakukan kekerasan terhadap masyarakat. Apalagi sosok Hery Sasmita sebaga Kabaghumas Pemkab Barito Kuala. Rahmadian menyarankan seluruh ASN Pemkab Batola mampu menjaga sikap rendah hati dan komitmen melayani masyarakat.
“PNS kan sebagian dari masyarakat, terlepas dari benar atau salah dari kasus ini kita tidak mengetahui, yang jelas melakukan pemukulan dan ini sikap yang tidak patut untuk ditiru,” ujar Rahmadian Noor.
Banjarhits.id sempat mengkonfirmasi kepada Hery Sasmita. Ia menceritakan secuil informasi atas kejadian itu. Tapi, Hery meminta keterangan hasil wawancara tidak ditulis alias off the record.
Jainuri bercerita aksi pemukulan itu akibat Hery Sasmita naik pitam saat ditegur oleh korban. Jainuri menegur pelaku karena Hery melangkah memasuki komplek makam Datu Samad karena mengenakan sepatu pada Kamis (19/7) pukul 08.00 wita. “Saya sempat menegur agar dia tak masuk ke makam pakai sepatu, seperti para peziarah lainnya,” kata Jainuri.
Teguran Jainuri direspons sinis oleh Hery Sasmita. “Kada tahu kah ikam neh lawan aku (tidak tahu engkau dengan saya),” ucap Jainuri menirukan perkataan Hery Sasmita.
Hery kemudian memukuli Jainuri di bagian kepala. Pukulan itu memicu Jainuri luka-luka lebam hingga terhuyung dan bagian dahi meneteskan darah. Korban mendapat perawatan di RSUD Abdul Aziz, Kota Marabahan.
rel/bhits

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *