SMSI

BBPOM Banjarmasin Amankan Gudang Obat Ilegal di Tanah Bumbu

BBPOM Banjarmasin Amankan Gudang Obat Ilegal di Tanah Bumbu

Balai Besar POM Banjarmasin dan Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan menggelar razia gabungan pemberantasan obat tradisional ilegal di depot dan gudang RK, Jalan Transmigrasi, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu. Razia gabungan merespons maraknya peredaran obat tradisional ilegal di Kalimantan Selatan.

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Banjarmasin terus meningkatkan pengawasan obat dan makanan melalui kerjasama berbagai pihak. Ia ingin melindungi masyarakat dari produk obat ilegal yang beresiko terhadap kesehatan.

Pihaknya telah menyita ratusan macam obat tradisional ilegal, kosmetik ilegal, dan obat keras daftar G yang dijual pada sarana yang tidak memiliki kewenangan dengan total total 1.005.583 pices dan nilai barang Rp 1.915.019.240.

“Kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan, ilegal atau yang mengandung bahan berbahaya, kita harus menjadi masyarakat yang cerdas,” ucap dia.

Kepala BBPOM Banjarmasin, Dr. H. Muhammad Guntur, menyampaikan hasil razia pada Kamis (2/8) pekan lalu itu berhasil berhasil mengamankan 39 macam obat tradisional ilegal dengan jumlah 35.632 pices dengan nilai keekonomian sebesar Rp 312.313.000.

“Hasil pendalaman dari penyidikan yang kami lakukan ini sebagian besar obat tradisional ilegal yang diamankan berasal dari Jawa Tengah, antara lain bermerek Montalin, Novalinu, Daun Walisongo, Super Kecetit, dan Jinten Arab,” ucap Guntur ketika presrilis tangkapan, Rabu (8/8).

Tersangka diketahui seorang pemilik depot dan gudang obat tradisional ilegal ini berinisial S (34). Polisi telah mengamankan S di Polda Kalimantan Selatan dan akan dijerat pidana pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. “Ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000,” ucap Guntur.

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan