ULM Bahas Pola Pendidikan Bahasa Inggris Abad 21

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjadi tuan rumah annual meeting tahunan Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris se-Indonesia atau APSPBI.  Pertemuan dengan tema “The 4th Meeting Of English Languange Education Program (ELESPA) and The National Conference On English Language Teaching.

Beberapa hal yang dibahas diantaranya, mempresentasikan pemikiran-pemikiran para anggota mereka mengenai pendidikan Bahasa Inggris kedepan.

“Dari ULM Banjarmasin sendiri, dosen-dosen ULM mempresentasikan hasil-hasil penelitiannya yang ada kaitannya dengan pendidikan Bahasa Inggris, berkaitannya dengan guru, berkaitan dengan mahasiswa, istilahnya inilah yang chalen yang kita hadapi pendidikan Bahasa Inggris di abad 21,” kata dosen FKIP ULM DR Noor Eka Chandra MPd, kemarin.

Dosen Bahasa Inggris FKIP ULM ini mengatakan, pertemuan yang dihadiri anggota dari seluruh Indonesia membahas mengenai program yang akan diperlukan Prodi Bahasa Inggris. Termasuk juga menerima 90 abstrak dari seluruh Indonesia. Juga dibahas soal paralelsasi yang terbagi atas lima ruang, dimana intinya lima ruang itu tiap presenter akan mempresentasikan pemikiran-pemikiran mereka mengenai pendidikan Bahasa Inggris jadi masalah metode.

Sementara Ela WulandariDari (UNY) Universitas Negeri Yogyakarta , yang juga sekretaris dipengurus pusat SPBI mengatakan, saat ini anggotanya berjumlah  627anggota. “Yang perlu kita ketahui SPBI memang bermula dari forum komunikasi prodi bahasa Inggris di Jawa Tengah Yogya. Alasan didirikan karena ada kebutuhan dari manajemen keprodian,” katanya.

APSBI dijarapkan bisa merespon peraturan-peraturan pemerinah yang kerap  berganti. Sehingga mempengaruhi kurikulum dan proses pembelajaran di prodi. Untuk itu para ketua prodi pada saat itu bserkumpul lalu berdiskusi . Bagaimana strategi untuk menghadapi perubahan kurikulum yang akhirnya dirasakan sangat bermanfaat dan berkembang menjadi Asosiasi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan legalitas yang sangat kuat. Karena telah memiliki SK berbadan hukum dari Kementerian hukum ,

“Kami juga telah memiliki ADART sehingga keanggotaan di asosiasi kami ini sangat resmi dan juga diakui secara formal punya legal formal dasarnya,” katanya.

Lembafa ini juga sudah mendapatkan sertifikat keanggotaan yang sangat dibutuhkan ketika kami melakukan proses akreditasi baik untuk prodi maupun dosen itu sendiri. Kegiatan tahunan juga membahas sharing dan update informasi tentang regulasi keprodian baik untuk guru.

Lembaga ini juga mempunyai jurnal yang bernama English Languange Teaching yang bisa diakses di website ASPBI. Selain APBSI juga memiliki divisi-divisi yang mewakili 8 regional. Saat ini iuran keanggotaan cukup ringan yakni seratus ribu untuk satu dosen.

Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris se-Indonesia atau APSPBI. Dalam bahasa Inggris, Asosiasi ini bernama English Language Education Study Program Assosiation.

APSPBI/ELESPA merupakan organisasi nirlaba yang menjadi wadah bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan para pengajarnya untuk saling bekerjasama dalam upaya meningkatkan kualitas Program Studi PBI maupun SDM didalamnya, mealui berbagai kegiatan. Penyelenggaraan seminar, workshop, joint research publikasi ilmiah, studi banding, kuliah pakar, program pengambidan masyarakat adalah sebagian dari kegiatan yang dilakukan APSPBI.

Didirikan ditahun 2013, APSP PBI telah mendapat pengesahan dari Dephukham. APSPBI menerima keanggotaan yang bersifat institusional maupun inidvidu. Hingga saat ini, APSPBI telah memiliki sekian ratus anggota, yang etrdiri dari sekian Program Studi dan sekian anggota individu.

Pada kesempatan yang merupakan pertemuan tahunan Program Studi, selanjutnya disebut Prodi, Pendidikan Bahasa Inggris seluruh Indonesia tersebut dibahas berbagai macam hal terkait dengan perkembangan keilmuan yang menyangkut prodi. Diantaranya adalah pembahasan intensif pada empat divisi di APSPBI yaitu Divisi Jurnal, Divisi Humas, Divisi Kebijakan Pendidikan, dan Divisi Pengembangan Organisasi dengan fokus pengembangan asosiasi dalam konteks regional.

APSPBI telah memiliki sebuah jurnal OJS yaitu English Language Teaching and Research Journal (ELTR) yang difokuskan pada metodologi pengajaran, kurikulum, peningkatan profesionalitas guru, dan area seputar kajian pendidikan. Pada pertemuan tahunan tersebut ditekankan kembali pentingnya sumbangsih dari setiap prodi anggota bagi perkembangan jurnal ELTR melalui naskah. Selain hal tersebut dibahas juga signifikansi sharing of best practices sehingga diharapkan terjadinya peningkatan kualitas dan mutu terkait prodi diantaranya percepatan studi, bimbingan skripsi, dan kuliah unggulan.

ida

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Posts