Produksi Air PDAM Bandarmasih Stabil

oleh -3 views

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi pelayanan air bersih kepada para pelanggan di musim kemarau.

 

“Kami terus berusaha, memberikan pelayanan sebaik mungkin. Berbagai upaya terus dilakukan untuk memberikan yang terbaik kepada 184 ribu lebih pelanggan,” kata Kepala Bidang Humas PDAM Bandarmasih, M Nur Wahid, Senin (19/11).

 

Wahid mengatakan, saat ini jumlah produksi air yang diproduksi sebanyak 6.300 m3 sper jam dari produksi IPA I 4.500 m3/jam dan IPA II 1.800 m3/perjam. “Dengan produksi air bersih yang ada ini tentu tak menjadi kendala,” katanya.

 

Menurut Wahid, guna memaksimalkan layanan, bentuk antisipasi yang dilakukan perusahannya antara lain memperbaiki berbagai jaringan, seperti pergantian perpipaan diameter kecil menjadi perpipaan berdiameter besar.

 

“Seperti perpipaan yang ada di depan pusat perbelanjaan Duta Mal yang tadinya 300 diubah menjadi 400 milimeter dan 600 milimeter, sehingga suplai air ke pelanggan tentu lebih deras,” katanya.

 

Selain itu, pihaknya juga melakukan perbaikan dan pekerjaan perubahan sistem perpipaan ke wilayah-wilayah yang jangkauan ke pelanggan begitu jauh dari Instasali Pengolahan Air (IPA).

 

“Pipa-pipa distribusi milik perusahaan ini memang usianya sudah tua-tua, ada yang sudah berusia 20 tahun, sehingga banyak yang keropos, jadi jika tekanan dikencangi sedikit saja maka di mana-mana sudah terjadi kebocoran,” katanya seraya menambahkan karena itu perlu ada pergantian sistem perpipaan tersebut.

 

Upaya lain untuk menghadapi musim kemarau ini adalah menambah sejumlah genset (pembangkit listrik) untuk menggerakan mesin-mesin mendorong air, atau mesin-mesin menyedot air, agar sirkulasi air ke pelanggan benar-benar tak bermasalah.

 

Menurut Yudha, melihat pengalaman tahun lalu, selain airnya berkurang produksinya lantaran kemarau, mesin pendorong juga tak bisa berfungsi baik, lantaran tak ada genset, sementara mengandalkan listrik PLN saat-saat kemarau seperti itu juga sering padam, makanya perusahaan membeli sejumlah genset.

 

“Hal yang tak kalah penting adalah mengatasi persoalan air baku, makanya intake-intake PDAM di berbagai tempat juga dilakukan perbaikan, terutama untuk memudahkan menyedot air di areal sungai yang surut lantaran kemarau, dan kini perusahaan berusaha membangun reservoar (embung) sebagai penampung air musim hujan dan diambil pada musim kemarau,” ujarnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.