Menjaga Keseimbangan Jumlah Penduduk dan Produksi Pangan

oleh -2 views

BANJAR – Dewan Ketahanan Pangan sebagai wadah para insan Pembina masalah ketersediaan pangan daerah dikabupaten Banjar sesuai Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksi), agar giat melakukan pembinaan untuk mendorong petani peternak, pekebun agar mereka mampu melaksanakan penyediaan pangan dengan meningkatkan produktifitas atau produksi melalui bimbingan dan teknologi,sehingga menjadi jalan keluar mahalnya bahan pangan dan pendukungnya, sementara disisi lain tingginya ongkos produksi.

Mencari solusi berbagai persoalan ketersediaan pangan dimasa mendatang , menuju kemandirian pangan. Wakil bupati Banjar H Saidi Mansyur selaku wakil ketua Dewan Ketahanan Pangan (DKP) kabupaten Banjar saat membuka Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan kabupaten Banjar di hotel Aston Gambut, Selasa (18/12/2018). Kepada para anggota DKP masing-masing SKPD terkait terus berkoordinasi menjalin komunikasi demi sinergitasnya data sesuai fakta, sehingga validitas informasi bisa tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Rakor lengkap anggota termasuk kadis kesehatan, bulog dan stakeholders.

Saidi mengaku prihatin, karena kabupaten Banjar sebagai penyumbang terbesar penyediaan pangan yakni padi pada urutan pertama di Kalimantan Selatan, dana untuk masyarakat miskin terbesar di Kalimantan Selatan. Hal ini jumlah penduduk tidak mampu atau miskin dan pengangguran, menjadi sorotan utama dikabupaten Banjar masih masih menunjukan adanya ketimpangan antara jumlah penduduk dan ketersediaan pangan yang memenuhi asupan gizi seimbang. sangat tinggi. Selaku ketua penanggulangan masyarakat miskin dikabupaten Banjar, wakil bupati Banjar menggarisbawahi besarnya dana penangulangan kemiskinan dikabupaten Banjar. Ia nyatakan tidak senang,karena di daerah lumbung pangan masih banyak masyarakat miskinnya.

“DKP perlu adanya rumusan utama adalah menurunkan angka kemiskinan dikabupaten Banjar melalui berbagai aspek, karena diantara kemiskinan itu bukan ketiadaan pangan namun kreatifias masyarakat dibidang penyediaan pangan masih ketergantungan kepada satu komoditas yakni beras.Padahal asupan gizi karbohidrat bukan hanya pada beras tetapi dari pangan lain seperti jagung,umbi-umbian, sementara protein/vitamin tidak hanya pada hewani tetapi pada nabati yakni sayur mayur dan buah-buahan,” ujarnya.

Dijelaskannya, perangkat DKP tidak terbatas kepada kegiatan egosentris atau kepentingan masing-masing Tupoksi, namun harus bersama-sama dalam satu wadah koordinasi untuk membuka pemahaman kepada masyarakat sehingga angka kemiskinan dikabupaten Banjar dari tahun -ketahun terus berkurang. Sosialisasi keanekaragaman pangan, aman konsumsi dasn gizi seimbang harus menjadi acuan utama dalam setiap kegiatan melalui berbagai langkah dan kegiatan pada segala usia, sehingga pemberdayaan masyarakat dibidang penyediaan pangan yang sehat dapat dilakukan dan bersifat mandiri. Tujuannya adalah penyediaan pangan lokal yang aman konsumsi dan mengurangi bahan pangan impor.

“DKP harus selalu memantau bahkan melakukan interaksi daerah-daerah rawan pangan dan potensi yang ada didaerah tersebut untuk diberdayakan sebagai pencegahan dan penanggulangannya. Pemantauan harga pasar juga harus menjadi perhatian sehingga masyarakat tani tidak dirugikan akibat harga gabah dibawah harga yang ditentukan pemerintah. Solusi periodik memang sudah dilakukan seperti operasi pasar, perbaikan teknologi, memantau aliran produksi pangan,” paparnya.

Ayi Kuswana

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.