SMSI

Empat Pilar, Pilar Keutuhan NKRI

Empat Pilar, Pilar Keutuhan NKRI

Tasikmalaya – Anggota DPR/MPR RI Drs. H. Acep Adang Ruhiat, M.Si menyarankan sosialisasi empat pilar, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika terhadap berbagai lapisan masyarakat sehingga membentuk warga Indonesia berkarakter nasionalis.

“Sesuai amanat undang-undang, anggota MPR harus bergerak dan sosialisasi empat pilar terhadap berbagai lapisan masyarakat, terlebih mahasiswa dan pelajar,” ujarnya di sela Sosialisasi Empat Pilar di hadapan ratusan Kiayi Kampung, Pimpinan Pesantren dan Tokoh Muda Kab. Tasikmalaya di Aula STIE Cipasung Kec. Singaparna Kab. Tasikmalaya, Rabu (13/3/2019).

Menurutnya, membentuk Indonesia berkarakter tidak hanya oleh pihak tertentu, namun merupakan tugas besar Pemerintah sehingga masyarakatnya tidak melupakan sejarah, sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Karena Empat Pilar Bangsa Ini adalah pondasi utama keutuhan NKRI.

“Jangan hanya di kalangan tertentu, empat pilar bangsa ini mesti dikampanyekan ke semua kalangan tanpa terkecuali ditengah ancaman gangguan terhadap keutuhan NKRI akhir-akhir ini, termasuk pelajar. Empat pilar bangsa harus masuk kepada pelajar sebagai penerus cita-cita bangsa, seperti yang kita lakukan hari ini” kata anggota Komisi IV DPR RI tersebut.

Politisi PKB di Senayan yang juga pengurus yayasan Ponpes Cipasung itu menilai saat ini semangat dan jiwa nasionalisme yang dimiliki masyarakat Indonesia mulai luntur sehingga harus dicegah dengan harapan mampu membangkitkan kembali karakter berbangsa dan bernegara.

“Dulu saat era orde baru dan orde lama, pengertian Pancasila sangat digencarkan. Tapi justru sekarang menjadi kurang. Nah, ini yang menjadi tugas pemerintah dan kita bersama sehingga harus menjadi perhatian serius,” katanya.

“Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum dan merupakan panutan seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini kita tidak banyak yang tahu sehingga harus memperkuatnya,” kata putra pendiri Ponpes Cipasung itu.

Oleh karena itu ia berharap pembentukan karakter dimulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian ditularkan ke lingkungan sekitar seperti pondok pesantren, sekolah formal, amdrasah diniyah dan lain sebagainya demi kokohnya nasionalisme bangsa.

Pudarnya rasa nasionalisme hari ini salah satunya sebagai pengaruh dari kemajuan teknologi boleh jadi disebabkan oleh kurangnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak-anak kita.

Acara yang diisi dengan dialog interaktif ini dipungkas dengan komitmen bersama peserta untuk mensosialisasikan empat pilar bangsa terhadap msyarakat luas melalui kiayi kampung ke sekolah-sekolah disekitar mereka.(*)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan