SMSI

Wagub Kalteng Minta Kolam Penampungan Limbah PT Mustika Sembuluh Disempurnakan

Wagub Kalteng Minta Kolam Penampungan Limbah PT Mustika Sembuluh Disempurnakan

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Habib Said Ismail bersama rombongan, ketika meminta keterangan dari pihak perusahaan terkait pencemaran sungai Sampit. (nal/brt).

 

Sampit – Kolam penampungan limbah milik PT.Mustika Sembuluh, yang baru ini mencemari sungai Sampit ketika Jum,at (12/7) mendapat kunjungan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Habib Said Ismail sangat terkejut dan prihatin melihat langsung keadaan sungai yang tadinya bersih dan tempat warga mencari nafkah mencari ikan hilang sekejab akibat limbah pabrik PT.Mustika Sembuluh.

Mendengar kedatangan orang nomor dua di Kalimantan Tengah, warga desa Pondok Damar berduyun duyun mendatangi tempat lokasi sungai yang tercemar dimana orang nomor dua tersebut berada. Mereka mengadukan nasibnya setelah kejadian ini kepada Habib Said Ismail, warga meminta agar kejadian ini pihak perusahaan harus bertanggungjawab apapun alasannya.

Setelah Habib Said Ismail beserta rombongan menelusuri sungai yang tercemar oleh limbah dan kini masih terlihat sisa sisa limbah walaupun pihak perusahaan telah berusaha membendung dan membersihkan sungai dari limbah.

Disela kunjungannya Habib Said Ismail sempat mempertanyaan kepada pihak perusahaan sejauh mana menangani kasus limbah ini, yang mana juga sempat beredar dimasyarakat bahwa limbah yang mencemari sungai Sampit ini adalah sebagian dari limbah rumah tangga.

“Saya heran juga disini kalau ada orang yang menyebutkan limbah pabrik bercampur limbah rumah tangga, sangat tidak mungkin karena tadi menurut warga banyak ikan yang mati dan air berwarna hitam pekat itu artinya ada kolam penampungan limbah yang jebot,” katanya.

Sementara perwakilan perusahaan PT MS Andi Ayub mengatakan, penanganan limbah yang sekarang mereka lakukan membersihakn sungai dengan cara membendung dan menyedot limbah dari dasar sungai. Namun ketika menyinggung dari kolam penampungan mana yang jebol dan bocor, Andi Ayub belum bisa menjawab dengan pasti.

Wakil Gubernur Habib Said Ismail mengajak pihak perusahaan menunjukan kolam penampungan limbah, setelah rombongan melihat ternyata pengelolaan limbah yang dimiliki oleh PT.Mustika Sembuluh ini dianggap kurang sempurna (tidak standar) menurut Habib Said Ismail didampingi DLH Provinsi.

“Kalau kita lihat bersama tadi secara langsung, yang mana pihak perusahaan sebut kolam pengelolaan limbah tapi menurut saya ini kolam penampungan limbah saja,” tegasnya

Kunjungannya pun berlanjut melihat ke desa Pondok Damar, dimana tempat tersebut dijadikan warga tempat mengadu nasib mencarikan ikan. Disana juga sungai sungguh sangat memprihatinkan, banyak perahu warga yang hanya terikat mereka para warga tidak bekerja ikan sudah tidak ada lagi.

“Saya minta perusahaan memperhatikan nasib warga disini, terutama air bersih dan sebagainya demi kehidupan warga n,” pintanya dan disetujui oleh pihak perusahaan melalui perwakilannya Andi Ayub.
Nal/IB

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan