Diduga Hanya Pencurian Buah Sawit, Korban Berusaha Kabur Melawan Ditembak Mati

0
56 views

SAMPIT – Pencurian buah sawit yang sering terjadi, di salah satu perusahan PBS di desa Biru Maju, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur Sampit, akhirnya Jum,at (13/9) memakan korban jiwa. Pelaku yang diduga melakukan pencurian buah sawit yang diketahui secara berkelompok terdiri antara 10 orang, dapat dilumpuhkan oknum petugas dengan menembak mati salah seorang pelaku yang diketahui M.Kusnadi.

Dalam jumpa pers nya Kapolres AKBP M.Rommel kepada awak media menjelaskan, kejadian ini berawal Jum,at (13/9) sekitar antara pukul 02.00 WIB dan 03.00 WIB subuh. Pihak perusahaan mendapat informasi bahwa disalah satu blok/estate ada orang sedang melakukan pencurian buah sawit, dengan menggunakan mobil Pick Up.

Mendapat laporan tersebut aparat dan scurity yang sedang bertugas disana langsung mengecek informasi tersebut,benar ada ditemukan sekelompok orang dengan menggunakan mobil Pick Up sedang memanen buah sawit (mencuri). Melihat aparat petugas dibantu scurity perusahaan datang, para pencuri berhamburan kabur.

Namun hanya satu pelaku tertinggal, pada saat ingin ditangkap pelaku berusaha melawan dengan senjata tajam berupa mandau. Dari kejadian ini ada pegawai perusahaan yang terluka, mengingat sangat membahayakan dan tembakan peringatan tidak dihiraukan korban ditembak.

“Setelah mengalami luka tembakan, korban dibawa ke Pukesmas Telawang untuk mendapatkan pertolongan diketahui disana korban sudah meninggal.”Jelas Rommel kepada awak media.

Ditemui secara terpisah oleh infobanua Sampit keluarga korban mengatakan, kejadian ini mereka tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan korban. Keluarga mengetahui kalau yang menjadi korban penembakan itu, setelah salah seorang warganya memperlihatkan fhoto korban kepada mereka.

Sewaktu korban dibawa dari RSUD dr Murjani Sampit kerumah mertuanya di Jalan Kanan Sandan,Kelurahan Baamang Tengah, kecamatan Baamang Sampit dan pada saat sampai dirumah salah seorang keluarga korban berusaha membuka kain kapan korban, dihalangi oleh oknum aparat untuk jangan dibuka namun oleh pihak keluarga tetap dibuka sebatas hanya muka korban.

Pihak keluarga merasa heran terutama adik kandung korban Hardi, mengapa mereka dilarang membuka kain kapan sekedar ingin melihat muka kakaknya. Kejadian ini membuat pertanyaan pihak keluarga, kalaupun korban dianggap pelaku pencuri buah sawit hal itu tidak harus menembak mati korban paling tidak menurut Hardi tembakan mengarah pada kaki.

“Saya akan mengusut kematian kakak saya ini, apakah sudah benar prosedur yang dilakukan oleh aparat itu, papan untuk membuat peti saja yang ini dikasih.”Tegasnya kepada infobanua Sampit.

Selain itu infobanua Sampit mendapatkan informasi, dari salah satu lembaga dayak kini mencoba menelusuri kejadian sebenarnya. Mereka akan membentuk tim Investigasi turun kelapangan sebab menurut mereka kejadian semacam ini jangan sampai terulang kembali kepada warga lokal yang menjadi korban hanya gara gara pencurian buah sawit.

Nal/IB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.