Ekspor Provinsi Kalsel Naik 1,53 Persen dan Impor Turun 14,17 Persen

0
13 views

BANJARMASIN – Nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Selatan bulan Juli 2019 mencapai US$622,84 juta atau naik 1,53 persen dibanding ekspor bulan Juni 2019 yang mencapai US$613,45 juta dan turun 30,99 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor bulan Juli 2018 yang mencapai US$902,50 juta. Adapun kelompok komoditas barang yang paling banyak diekspor adalah kelompok bahan bakar mineral sebesar US$572,14 juta dan negara tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok dengan nilai US$237,33 juta.

Kepala Badan Pusat Statisik (BPS) Provinsi Kalsel Ir  Diah Utami MSc, didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Fachri Ubadiyah, SE. MP, Senin (2/9/2019). Neraca perdagangan ekspor impor Kalimantan Selatan bulan Juli 2019 surplus US$526,30 juta. Lebih besar daripada neraca perdagangan ekspor impor Kalimantan Selatan bulan lalu yang surplus US$500,96 juta.

“Perkembangan Ekspor Ekspor melalui pelabuhan muat di Kalimantan Selatan pada bulan Juli 2019  mencapai US$622,84 juta atau naik sebesar 1,53 persen dibanding nilai ekspor bulan Juni 2019 yang mencapai US$613,45 juta. Apabila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan Juli 2018 yang mencapai US$902,50 juta, maka nilai ekspor bulan Juli 2019 ini turun sebanyak 30,99 persen,” ungkap Diah.

Diah mengatakan,menurut kelompok barang utama penyumbang ekspor terbesar Kalimantan Selatan bulan Juli 2019 ada pada kelompok bahan bakar mineral dengan nilai US$572,14 juta. Nilai tersebut mengalami kenaikan sebesar 8,83 persen dibanding ekspor bulan Juni 2019 yang mencapai US$525,71 juta.

“Ekspor Menurut Negara Tujuan Utama Menurut negara tujuan utama ekspor, nilai ekspor tertinggi pada bulan Juli 2019 adalah ekspor dengan tujuan ke Tiongkok sebesar US$237,33 juta. Nilai ekspor tersebut mengalami kenaikan sebesar 32,82 persen dibanding ekspor bulan Juni 2019 yang mencapai US$178,69 juta. Kemudian di urutan berikutnya adalah ekspor ke India sebesar US$75,76 juta, yang mengalami kenaikan sebesar 23,82 persen. Berada di urutan ketiga adalah ekspor ke Jepang sebesar US$72,67 juta yang turun sebesar 37,65 persen dibandingkan nilai ekspor ke negara ini bulan Juni 2019,” katanya..

Diah menyampaikan, bahwa nilai impor Kalimantan Selatan bulan Juli 2019 sebesar US$96,55 juta atau turun sebesar 14,17 persen dibanding impor bulan Juni 2019 yang mencapai US$112,49 juta. Sedangkan jika dibandingkan dengan nilai impor bulan Juli 2018, nilai tersebut turun sebesar 39,11 persen yang pada saat itu nilainya mencapai US$158,55 juta. Komoditas barang paling banyak diimpor adalah kelompok bahan bakar mineral sebesar US$73,38 juta dan negara asal impor dengan nilai terbesar adalah Malaysia sebesar US$ 47,65 juta.

“Nilai impor Kalimantan Selatan pada bulan Juli 2019 tertinggi berasal dari Malaysia dengan nilai US$47,65 juta, yang mengalami kenaikan sebesar 111,83 persen dibandingkan impor pada bulan Juni 2019 yang mencapai US$22,49 juta. Berada di urutan kedua adalah Singapura dengan nilai impor mencapai US$29,13 juta yang mengalami penurunan sebesar 54,96 persen. Sedangkan berada di urutan ketiga adalah Korea Selatan dengan nilai impor US$9,26 juta,” papar Diah

Ida/IB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.