Pemenang Lomba Artikel Sejarah Kerajaan Pulau Laut Didominasi Banjar Pesisir

  • Whatsapp

 

Martapura – Juara lomba artikel Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut yang diikuti oleh siswa-siswi se Kalimantan Selatan pemenangnya didominasi pelajar Banjar Pesisir.

Adapun yang berhasil meraih gelar juara 1 MAN IC Pelaihari, juara 2 SMAN 1 Rantau Badauh, dan juara 3 MAN Tanah Laut, dengan keberhasilan tersebut tentunya menjadi kebanggaan tersendiri untuk lebih mengenal pengetahuan tentang Kerajaan Pulau Laut.

Guru Sejarah MAN IC, Muhammad Ridha Ilhami, mengatakan dengan adanya lomba artikel ini sangat berguna untuk mengembangkan pengetahuan mengenai sejarah lokal Kalimantan Selatan lebih khusus Sejarah Kerajaan Pulau Laut.

“Saya mengharapkan akan ada acara seperti ini dikemudian hari, agar bisa mengasah kemampuan siswa dalam belajar,” jelasnya setelah menerima piala Juara 1 lomba artikel di seminar Resistensi Kerajaan Pulau Laut Terhadap Kolonial Belanda di Mata Generasi Muda, Kamis (10/10).

Ia juga mengungkapkan dalam proses memberikan pelajaran terhadap siswa untuk mengikuti lomba artikel tidak begitu sulit, dikarenakan setiap siswa-siswi MAN IC sudah dibekali ilmu tatacara penulisan artikel.

Hal senada juga diungkapkan Guru Sejarah MAN Tanah Laut, Hanapi Yannoor Tajelli, kegiatan seperti ini harus selalu di selenggarakan, apa lagi dalam buku-buku pembelajaran sejarah jarang sekali ditemui materi sejarah lokal terutama sejarah kerajaan Pulau Laut.

“Pembelajaran tidak hanya mencakup sejarah luar, akan tetapi sejarah lokal harus lebih di kedepankan,” paparnya sesaat menerima piala Juara 3 lomba artikel.

Ia juga mengakui tidak ada kendala dalam proses mengikuti lomba artikel Sejarah, terlebih setiap murid juga di persiapkan dengan matang serta di berikan motivasi yang lebih.

“Setiap siswa-siswi kita berikan dorongan dan motivasi agar lebih mampu memahami pembelajaran,” jelasnya.

Sementara itu, siswa MAN Tanah Laut, Citra Kusuma Wardani, mengatakan sangat senang bisa meraih juara 3 dalam lomba artikel, terlebih setiap guru memberikan motivasi untuk belajar.

“Semua guru mensuport dalam proses, jadi tidak terbebani mengenai hasilnya, yang penting belajar dengan sungguh-sungguh,” ucapnya.

yudha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *