Kabupaten Banjar Koordinasikan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

0
25 views

MARTAPURA – Bupati Banjar K.H.Khalilurrahman menegaskan, pangan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar,bagi manusia yang dihormati oleh komunitas dunia sebagai salah satu hak asasi,karena setiap insan di dunia mempunyai hak untuk bebas dari kelaparan.Demikian Guru Kholil (panggilan akrab bupati Banjar selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan kabupaten Banjar ketika membuka Rapat Koordinasi Paripurna Dewan Ketahanan Pangan kabupaten Banjar tahun 2019 di Hotel Tree Park Kertak Hanyar Rabu 23 Oktober 2019.

Ketua DKP Banjar sepakat bahwa masalah pangan merupakan hal yang prioritas untuk di tangani secara bersama – sama dan komprehensif. Berdasarkan undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan,mengamanatkan bahwa terwujudnya ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama anatara pemerintah dan masyarakat,diperlukan komunikasi,koordinasi,sinkronisasi dan sinergi yang kuat dalam upaya mewujudkan kemandirian,kedaulatan dan ketahanan pangan.

Selaku Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjar menggaris bawahi bahwa pangan memiliki arti yang sangat penting,mengingat pada saat ini banyak negara yang masih dihadapkan pada krisis pangan yang ditandai dengan kenaikan harga bahan pangan di pasaran dunia.

Hal ini juga memicu naiknya harga beberepa komoditas pangan di dalam negeri yang tentu saja memberikan pengaruh yang kurang baik bagi ketahanan pangan. Walaupun secara keseluruhan produksi bahan pangan ,khususnya beras dinyatakan cukup,akan tetapi hal itu tidak serta merta menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat dan seluruh wilayah, karena ketersediaan pangan tidak hanya dilihat dari jumlah produksinya namun juga dilihat dari aspek akses masyarakat terhadap pangan,baik akses daya beli masyarakat terhadap pangan, terjadinya kenaikan harga pangan yang dapat berakibat pada terganggunya akses masyarakat terhadap pangan,terutama bagi kelompok masyarakat miskin dan pengangguran.

Masalah lain yang menjadi persoalan dibidang pangan adalah menyangkut aspek konsumsi.Sampai saat ini konsumsi sebagian besar masyarakat masih didominasi oleh beras.Sementara,konsumsi bahan pangan lainnya seperti umbi-umbian,kacang-kacangan,pangan hewani,serta sayur dan buah masih dibawah anjuran.

Kondisi ini tentu tidak menguntungkan ,baik ditinjau dari sisi kesehatan maupun sisi upaya kemandirian pangan.Dari sisi kesehatan,pola konsumsi yang baik adalah pola konsumsi yang dapat memberikan asupan gizi yang cukup dapat meningkatkan intelegenasia khususnya bagi balita dan anak anak.

Sedangkan masalah yang dihadapi petani untuk dapat meningkatkan produksinya,seperti alih fungsi lahan pertanian ,terbatasnya luas lahan yang dikelola,rendahnya produktivitas karena rendahnya penerapan teknologi, masih cukup tingginya kerusakan tanaman akibat serangan organisme pengganggu tanaman,bencana alam,perubahan iklim yang ekstrim dan sebagainya.

Berbagai persoalan tersebut menyebabkan semakin khawatir akan meningkatnya jumlah masyarakat yang akan mengalami rawan pangan seperti kasus gizi kurang,gizi buruk dan stunting.

Untuk itu Ketua DKP kabupaten Banjar mengajak seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kabupaten Banjar yang berkaitan dengan tanggung jawab masalah pangan dalam wadah yang disebut DKP, bersama-sama berupaya untuk memecahkan berbagai persoalan tersebut antara lain dengan melakukan langkah-langkah konkrit meliputi “.memantapkan ketersediaan pangan untuk menuju kemandirian pangan.

Untuk mencapai sasaran itu harus secara terus-menerus melakukan upaya peningkatkan produksi bahan pangan,bukan hanya beras tetapi juga bahan pangan lainnya,baik yang berasal dari tanaman pangan dan hortikultura,perikanan,peternakan,dan perkebunan yaitu dengan mengoptimalkan pemanfaatan semua sumber daya yang ada khususnya lahan,termasuk pemanfaatan pekarangan,serta dengan meningkatkan penerapan teknologi.

Ayi Kuswana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.