Mapala se Indonesia Ikrar Menjaga Kelestarian Pegunungan Meratus

0
98 views

BARABAI- Sebanyak 65 orang anggota Mapala dari perwakilan perguruan tinggi se Indonesia  tampak antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) ke 31 Pegunungan Meratus, yang dilepas oleh aparat Desa Kiyu dan Kepala Adat Desa Kiyu Barabai Kalsel,  Rabu (23/10).

Kegiatan TWKM dipelopori oleh Wahana Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan (Walhi) diharapkan, akan memberikan gambaran secara utuh kondisi Meratus dan dinamikan masyarakat suku Dayak.

Sebelum keberangkatan dimulai para peserta dari anggota Mapala se Indonesia ini disuguhkan tari  penyambutan tamu dari Suku Dayak Kiyu, tari Bebangsai dan tari Capung. Masyarakat adat suku dayak Meratus menilai semua tarian yang disajikan memiliki makna sakral tentang alam dan lingkungan yang harus dijaga dan dirawat.

 

Julak Kurban—selaku kepala adat Desa Kiyu memberi wejangan kepada para pendaki yang akan menaiki medan pegunungan Meratus. D harapkan menjaga sopan santun dan menghargai adat istiadat yang ada.

 

Ketua Mapala Bandung Aldo mengatakan, pihaknya datang  membawa 10 orang anggota, ingin melihat dari dekat Pegunungan Meratus yang disebutnya sebagai hutan dan gunung yang eksotis dan masih kental nilai budaya suku dayak.

 

“Kami juga mendengar isu-isu bahwa pegunungan Meratus diincar untuk dijadikan pertambangan, makin membuat adrenalin kami sebagai anggota Mapala terpancing dan menggelora untuk ikut menyelamatkan hutan lindung dan hutan Desa Meratus di Desa Kiyu ini,” katanya.

 

Kata Aldo, dirinya bersyukur bisa hadir bersama dengan anggota Mapala Kalsel untuk bersama-sama kampanye penyelamatan hutan Maratus dari gangguan yang akan dijadikan lahan pertambangan. “Kami tak rela pegunungan Meratus yang menjadi salah satu paru paru akan dirusak. Kami tergerak untuk ikut menyelamatkan. Meski pun kami bukan asli warga Kalsel,  kami merasa ini adalah kampung halaman kami yang harus dijaga. ApalagiMeratus ditetapkan Unesco global geopark,” pungkasnya.

 

Pegunungan Meratus saat ini berstatus Geopark Nasional yang memiliki luasan 600 kilometer persegi. Secara geografis membentang di 8 kabupaten, seperti Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Kotabaru, Banjar, dan Tapin.

 

Pegunungan Meratus memiliki kekayaan flora dan fauna. Memiliki hutan dengan karakter pegunungan rendah, keanekaragaman vegetasi di sini sangat tinggi. Ada vegetasi jenis Meranti, Agathis, Kanari, Durian, dan kempas. Flora herbalnya terdiri Matoa, Jualing, Bilaran Tapah, dan Mundar. Untuk satwa, seperti Macan Dahan, tupai terkecil di dunia, hingga cicak dan amfibi jenis baru.

 

Febri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.