Rifqi Karsayuda Terima Kunjungan DPRD HSU yang Sampaikan Tuntutan Mahasiswa ke DPR RI

0
151 views

JAKARTA – Sebanyak 29 Anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) hari ini (Selasa, 15/10/2019) menyampaikan langsung ke DPR RI atas tuntutan dari Aliansi Mahasiswa HSU yang beberapa waktu lalu melakukan Aksi Damai di depan Gedung DPRD Kab. HSU.

 

Diantaranya tuntutan yang dibawa adalah meminta keseriusan pemerintah dalam penanganan KARHUTLA, meninjau kembali RUU KUHP, menolak RUU PKS, serta pencabutan UU KPK.

 

Penyampaian aspirasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten HSU Almien Ashar  kepada Anggota DPR RI Rifqi Karsayuda di Lantai 7, Gedung Nusantara 1 DPR RI Senayan, Jakarta.

 

Rifqi Karsayuda menyambut baik tuntutan yang disampaikan, ia berkomitmen untuk terus mengawal dan mengkaji secara serius terhdap RUU yang dianggap bermasalah. “Bagi kami (DPR RI) produk-produk legislasi harus bermanfaat dan menjaga betul kualitas hidup berbangsa dan bernegara termasuk bagaimana agenda-agenda penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di dalamnya”. Terang Rifqi Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan ini.

 

Dalam pertemuan ini, DPRD Kab. HSU sangat bersyukur karena respon positif yang diberikan oleh Rifqi Karsayuda. “Audensi kali ini, kami mendapatkan respon positif terkait dengan aspirasi yang diberikan oleh mahasiswa di Kabupaten HSU. Semoga niat dan aspirasi baik ini dapat terpenuhi, yang tentunya sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku”. Kata Almien Ashar.

 

Terhadap beberapa tuntutan tersebut, DPRD Kabupaten HSU sebagai Lembaga perwakilan rakyat di daerah secara prinsip mendukung dan merekomendasikan agar aspirasi yang disampaikan Aliansi Mahasiswa dapat diperhatikan dan ditindaklanjuti DPR RI sebagai yang mempunyai kewenangan membuat produk-produk legislasi di tingkat Nasional.

 

 

 

 

Rifqi Karsayuda Ajak Sama-sama Membangun Banua

 

Di sela penyampaian aspirasi mahasiswa HSU kepada DPR RI oleh DPRD Kab. HSU. Rifqi Karsayuda mengajak Anggota DPRD HSU untuk sama-sama menunjukan bergraining posisition terhadap Pemerintah Pusat terhadap daerahnya.

 

Setelah ditetapkannya Penajam dan Kutai Kartanegara sebagai Ibukota baru oleh Presiden, Kalsel harus mempersiapkan diri untuk menjadi daerah penyangga Ibukota, seperti layaknya Jawa Barat yang saat ini menjadi penyangga Ibukota Jakarta.

 

Bukan tidak mungkin sebagai tetangga Ibukota baru, Kalsel memiliki posisi tawar yang sangat bagus terhadap pembangunan dan perkembangan Ibukota, salah satunya bisa menjadi kawasan Industri Nasional.

 

“Inilah saatnya urang Banjar mempersiapkan dan memantaskan diri sebagai daerah yang memiliki pengaruh terhadap pembangunan nasional, kita harus menyadari bersama-sama dan mewujudkannya bersama-sama agar segala kebutuhan daerah bisa dipenuhi”. Ajakan Rifqi kepada Anggota DPRD HSU di Lantai 7, Gedung Nusantara 1 DPR RI Senayan, Jakarta.

 

Untuk saat ini alangkah baiknya pembanguan daerah dirancangkan berdasarkan regional. Semisal di Banua Anam (Kab. Tapin, HSS, HSU, HST, Balangan dan Tabalong) kita harus sama-sama menentukan Kawasan-kawasan tertentu. Seperti Kawasan ekonomi di salah satu daerah Banua Anam mana? Kita harus tentukan sama-sama.

 

Dengan konsep pembangunan berdasarkan regional ini, harapan Rifqi segala kebutuhan daerah cepat terealisasi. Karena jika kita berkaca dengan keadaan saat ini, yang mana masing-masing daerah menginginkan untuk mewujudkan perencaannya masing-masing, maka anggaran dipastikan tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut.rel/lah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.