Babak Baru! Kadis Perdagin Lapor Inspektorat Retribusi tak Disetorkan

  • Whatsapp

Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sampit, Jalan Sudirman Sampit Pangkalan Bun (nal/brt)

 

Sampit – Belum selesai kasus mafia pasar yang menjadi trendy taufik pemberitaan hangat dimedia massa di Sampit, kini muncul kembali kasus babak baru yang terjadi dilingkungan dinas perdagangan dan perindustrian Sampit.

Kasus tersebut tidak disetornya retribusi pasar oleh oknum pegawai honor yang jumlahnya tidak sedikit, dari surat berita acara yang dibuat oleh dinas perdagangan dan perindustrian Sampit tercatat diantaranya,tunggakan retribusi MCK saja ada Rp 64.000.000 belum disetorkan ke kas kantor dinas perdagangan dan perindustrian Sampit.

Untuk retribusi selanjutnya yang juga masih belum ada disetorkan oleh oknum pegawai honor ini, retribusi untuk Cape Mitha tahun 2017 Rp 2.808.000, ditahun 2018 berdasarkan laporan ada kewajiban belum disetorkan sebesar Rp 9.450.000, pada tahun 2019 ada kembali kewajiban harus disetorkan sebesar Rp 7.680.000,

Pada berita acara pemanggilan Senin (9/9) 2019 No.404/DPP/DAG/IX2019 tgl,06 September 2019 pada poin 5 oknum pegawai honor pada scurity bersedia untuk membayar tunggakan yang selama ini belum disetorkan kepada kantor dinas perdagangan dan perindustrian Sampit pada kas bendahara penerimaan.

“Sebelumnya juga oknum ini sudah kita panggil untuk segera mengembalikan uang hasil retribusi itu, namun sampai sekarang belum ada disetorkan.”Ungkap Redy Setiawan kepada infobanua Sampit, Kamis (7/11).

Menurut Redy kasus tidak ada disetornya hasil retribusi kepada bendahara didinas kantor perdagangan dan perindustrian Sampit, maka kasus ini akan dilimpahkan kepada kantor Inspektorat untuk menindaklanjutinya pemerikasaan.
“Saya tidak mau ambil resiko dalam hal ini, yang jelas saya sudah berusaha mengingatkan kepada yang bersangkutan baik melalui surat maupun secara lisan.”Tegasnya.
Sedangkan masalah mafia pasar pungutan liar yang diduga dilakukan oleh oknum pegawainya, Redy menyerahkan kasusnya kepada penegak hukum Polres Kotim dan Kejaksaan Negeri Kotim.

“Untuk mafia pasar kasusnya sudah ditangani oleh aparat kepolisian dan saya tidak mencampuri itu ”Jelasnya.

Lebih lanjut Redy menjelaskan, bahwa pada saat ini ada dua pegawai honor dibidang keamanan pasar PPM atau scurity, mengingat begitu lama sudah bekerja disitu maka mereka dipindahkan ketempat yang baru atau penyegaran kerja tapi masih ruang lingkup dinas kantor pertambangan dan perindustrian Sampit.

“Dua pegawai honor yang dipindah itu dari keamanan scurity pasar PPM, mereka ada yang di tempatkan di Samuda menggantikan Satpam yang meninggal dan yang satunya lagi ditempatkan bagian Administrasi pada kantor dinas perdagangan dan perindustrian Sampit dan ini biasa penyegaran.”Ungkap Redy

reporter : Zainal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *