Objek Wisata Alam Watu Ireng yang Masih Misteri Sejarahnya

  • Whatsapp

Kajen- Sungguh luar biasa wisata yang satu ini, karena memiliki hamparan batu besar hitam legam, dan kalau sudah di atas puncak wisata tersebut. Kita bisa menikmati indahnya suasana pegunungan kali dan pepohonan yang masih alami. Dalam kondisi sejuk dan menyenangkan, apalagi kalau di sore hari kita bisa menikmati sunset. Wisata tersebut konon mempunyai lagenda dan misteri, yang sampai sekarang belum terungkap.

Tapi menurut cerita sesepuh h danu, menceritakan di wisata watu Ireng, dulu namanya gunung wajan. Mengapa disebut gunung wajan? karena bentuk batunya seperti wajan, maka orang dulu watu Ireng itu, menyebutnya gunung wajan.

Ada cerita atau lagenda Watu Ireng, dulu orang khususnya masyarakat sini, bila mana ingin hajatan dan berkeinginan menanggap wayang kulit, cukup memberi sesaji, yang di inginkan penghuni atau penunggu watu Ireng. Maka gamelan dan perangkat pewayanganya keluar sendiri dari gua tersebut. Bila sudah terpakai, alat-alat atau gamelan harus di kembalikan semula.

Menurut cerita sesepuh warga desa lambur, Danu dan yang lebih menariknya lagi jaman dahulu, bila di malam Jum’at Kliwon. Dilokasi wisata tersebut terdengar suara gendingan musik tradisi orang Jawa. Pokoknya asik, wisata alam watu Ireng dengan luas, 2,5 hektar. Dengan ketinggian 100 m terletak di wilayah perbatasan antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang.

Akan Tetapi masih terletak dikabupaten Pekalongan, karena wisata tersebut, masih di wilayah perbatasan Kecamatan Kesesi dan kecamatan kandang serang dan ikutnya desa windurojo dan desa lambur katagori ikut peta Kabupaten Pekalongan.

Menurut pengurus obyek wisata alam watu Ireng, Damin menuturkan, wisata watu Ireng baru di buka tahun 2015 oleh Pokdarwis dan LMDH, berarti sudah berjalan sekitar 4 tahun. Akan tetapi walaupun wisata watu Ireng ini di katakan baru, tapi pengunjungnya sudah lumayan.

Dari berbagai daerah yang berkunjung ke obyek wisata alam Watu Ireng, karena penasaran ingin melihat batu raksasa yang begitu besarnya, tiap bulannya mencapai ribuan pengunjung dari hasil uang tersebut sebagian untuk pengembangan wisata,dan yang lainnya untuk jasa pekerja, asuransi dan sering perhutani.

Agus/IB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *