Ormas dan LSM di Barut Dukung Tuntutan Warga Terhadap PT SAL

  • Whatsapp

 

MUARA TEWEH – Belum adanya titik terang terhadap tuntutan warga ke perusahaan besar sawit PT. Satria Abdi Lestari (SAL) yang beroperasi di lima Desa dan satu kelurahan yang ada di Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah berbuntut panjang.

Perhatian serius terhadap permasalahan tuntutan warga yang didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Komunikasi Masyarakat Pembangunan Barito Utara (LSM-FKMP-Batara) kini mengalir lagi dari dukungan ormas yang ada di Barut, terutama DAD, AMAN, MAKI, MPC Pemuda Pancasila, Gerdayak, Dayak Misik, Perpedayak, dan Fordayak.

Ada enam point tuntutan warga pemilik lahan yang diterima kuasa pendamping hukum LSM FKMP Batara yang menjadi permasalahan pokok,” terang Harianja saat menyampaikan sambutan dan paparan terkait kronologis permasalahan warga dengan PT. SAL dihadapan ketua dan pengurus ormas yang hadir, Sabtu (14/12).

Lebih lanjut, Harianja menjelaskan bahwa beberapa upaya sudah dilakukan warga bersama pendamping hukum terhadap PT. SAL untuk menyelesaikan permasalahan dengan musyawarah mufakat, namun tidak ada hasil karena tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan.

Menyikapi hal ini, Saprudin (Gerdayak), Putes Lekas (Aman), Herlini (Fordayak), Hison (Dayak Misik), Robenson (Maki), Wijaya Kusuma (Perpedayak) dan Gedeon Kongli (Pemuda Pancasila) menyatakan sikap siap mendukung terkait tuntutan warga terhadap PT. SAL

Pertemuan forum besar pengurus ormas dalam memberikan dukungan tuntutan warga masyarakat pemilik lahan terhapad PT. SAL dilaksanakan di sekretariat Aman Barito Utara yang di akhiri dengan pernyataan sikap.

Saat dikonfirmasi media online kepada PT. SAL melalui via telepon seluler, Ali mengatakan, Silahkan aja masyarakat menolak Hak Guna Usaha (HGU) itu wajar-wajar aja karena tidak pernah duduk bareng,” ucapnya, Minggu (15/12).

Lanjutnya, Bulan Januari ini kita akan undang semua warga untuk duduk bareng menyelesaikan masalah yang ada di PT. SAL.

Terkait sikap dukungan ormas kepada masyarakat silahkan sebagai kontrol sosial itu wajar-wajar aja untuk membantu,” tutupnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *