Oknum Security PPM Sampit Edarkan Proposal, Tertangkap Tangan Anggota Batamad

  • Whatsapp

Oknum Security PPM yang diduga telah mengedarkan Proposal meminta sumbangan mengatasnamakan Batamad Kotim, untuk keamanan Natal dan Tahun Baru. (Ist/brt).

Sampit – Belum hilang dari ingatan oknum perangkat desa cetak uang palsu, kini kembali dihebohkan lagi meredar proposal yang mengatasnamakan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) untuk menggalang (menghimpun) dana pengamanan menghadapi Natal dan Tahun Baru oleh oknum scurity PPM Sampit.

Terbongkarnya kasus beredarnya proposal ini dari keterangan Wakil Kepala Batamad Sampit, Fitriansyah Senin (23/12) kepada infobanua dikantor Dewan Adat Dayak di Jalan A.Yani Sampit.

Berawal ketika anggota Batamad Yadi Warna meminta bantuan kepada salah seorang anggota Scurity Li (Satpam) PPM dengan memberikan proposal maksudnya untuk menggalang dana keamanan menyambut Natal dan Tahun Baru.

Namun proposal tersebut oleh oknum scurity Her diperbanyak kembali dengan cara mengopy, ketika anggota Batamad Yadi Warna ingin mengedarkan proposal itu ke toko betapa kagetnya pemilik toko memperlihatkan proposal yang sama tapi hanya poto copy an saja.

Usut punya usut beredarnya proposal ini, akhirnya otak yang melakukannya ditemukan oleh anggota Batamad. Dari pengakuan pelaku oknum scurity Her proposal itu sudah beredar 70 lembar dan masih tersisa sekitar 87 lembar proposal yang belum sempat diedarkan.

Masih dari pengakuan pelaku Her didampingi saksi pengantar proposal Li dan Di menyebutkan, kalau satu proposal itu ada yang menyumbang antara 10 ribu-20 ribu sampai 50 ribu.

“Pelaku pada saat kami tanya mengakui perbuatannya, uang yang sempat kami tanya kepada pelaku terkumpul kurang lebih 500 ribu lebih dan kasus ini sesuai dengan perintah ketua Harian DAD Kotim segera akan dilaporkan.”Terang Fitriansyah kepada infobanua Sampit, Senin (23/12).

Ketua Harian DAD Kotim, Drs.Untung.TR. M.pd dihubungi via telpon selularnya, terkait kasus beredarnya proposal yang mengatasnamakan Batamad Sampit, dengan tegas akan meneruskan kasus ini kejalur hukum Polres Kotim.

“Saya sudah memerintahkan Fitriansyah untuk segera membuat laporan ke polisi,dan saya meminta kasus ini segera diproses secara hukum.”Tegas Untung.

Zainal/IB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *