Desa Rantau Bujur Darat jadi Kampung KB Mantap Bakal Dapat Kucuran Rp100 Juta

  • Whatsapp

Amuntai, infobanua – Meski dikategorikan sebagai desa terpencil, miskin dan berada di bantaran sungai. Tapi, Desa Rantau Bujur Darat Kecamatan Sungai Tabukan yang berstatus Kampung Keluarga Berencana (KB). Pada tahun anggaran 2020 diusulkan mendapat kucuran dana Rp100.000.000. 

Bantuan ini berasal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Diperuntukkan penanganan stunting di desa ini dalam bentuk pembuatan jamban sehat atau WC. Pasalnya dari 234 buah rumah lebih dari 80 % masih menggunakan jamban sungai untuk buang air besar atau BAB.

Perihal bantuan tersebut dibenarkan Kepala UPT Puskesmas Pasar Sabtu ‎Nazhan Hadi, SKM, Rabu (15/1) kemaren. Bantuan tersebut untuk menunjang program penanganan stunting. Menurutnya dari 17 desa di kecamatan ini, 10 desa di antaranya terdapat jumlah anak stunting terbanyak.

“10 desa lokus stunting jadi prioritas kami, salah satunya Desa Rantau Bujur Darat,” ucapnya.

Nazhan ‎menyebutkan bakal melakukan Stop BAB sembarangan (sungai, red) di desa ini dengan solusi memberikan bantuan pembuatan WC dan tempat cuci tangan. Sasaran utama adalah rumah tangga yang memang belum memiliki WC dan ada anak stunting.

“Tapi warganya wajib berkomitmen Stop BAB sembarangan dan menghilangkan jamban sungai,” tegasnya.

Kepala Desa Rantau Bujur Darat Marfa’i mengapresiasi langkah UPT Puskesmas Pasar Sabtu dalam menangani stunting di desanya. Ia menyebutkan jumlah stunting di desanya sebanyak 32 orang dan rata-rata tidak memiliki WC. Umumnya warga menggunakan jamban sungai untuk BAB.

“Syukur alhamdulillah UPT Puskesmas memberi perhatian ‎kepada warga kami dengan mengusulkan desa kami agar diberi bantuan pembuatan WC bagi keluarga stunting,” ucapnya.

Terkait komitmen‎ penghapusan jamban sungai untuk BAB dan diistilahkan BAB sembarangan. Ia menyatakan dengan tegas kesiapannya dan Stop BAB sembarangan. Selain itu penghapusan jamban ini merupakan program miliknya yang telah tercantum dalam RPJMDes 2015-2020.

“Jika dana Rp100 juta tidak cukup, kami siap berkomitmen menganggarkan dalam APBDes untuk pembuatan WC dan Stop BAB terlaksana,” tegasnya.

Kades ini kembali menandaskan desanya dijadikan Kampung KB Mantap (Mandiri, Terdepan dan Produktif) pada tahun 2017. Pencanangan dilakukan Wakil Bupati HSU H. Husairi Abdi, Lc bersama Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dra. Hj. Anisah Rayidah Wahid, MAP.

Selama ini pembangunan di desa ini masih terfokus pada jalan dan titian. Hingga tahun 2019 tadi jalan-jalan yang dibangun dalam bentuk deg batu dan tanah urug hingga cor semen. Rehab titian ulin yang semula dibangun melalui dana PKPS BBM sepanjang hampir 1500 meter. Semula titian yang membentang di lahan persawahan dengan lebar 1,3 meter menjadi 2 meter dan ketinggian 2 sampai 3 meter.

“Hampir semua jalan dan titian rusak parah dan kami membangunnya kembali secara bertahap sesuai kemampuan dana desa. Tujuan kami semata-mata untuk kelancaran aktivitas warga dalam beraktivitas sehari-hari,” bebernya.

Selain itu desanya juga telah melaksanakan program satu desa satu PAUD yang diberi nama Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak At-Taqwa. ‎Pembanguna balai posyandu sebagai tempat posyandu balita dan lansia maupun pengobatan umum setiap bulannya. Untuk sarana air bersih ada 12 unit dan hampir 100% sudah disambungkan ke rumah-rumah warga. Tapi ada juga yang tidak, karena sudah menggunakan PDAM.

“Harapan kami program lainnya bisa masuk kesini, khususnya pembangunan jembatan yang bisa dilewati mobil ambulance dan pengaspalan jalan,” pungkasnya. mar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *