Orang Tua Siswa Laporkan Dugaan Pungli, Kepala Sekolah SDN Adiarsa Timur 2 Karawang Keluarkan 2 Siswanya

  • Whatsapp

Karawang, infobanua.co.id – Belum usai polemik kegagalan try out full online siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kabupaten Karawang yang telah mencoreng nama baik Dunia Pendidikan di Kabupaten Karawang.

Kali ini dunia pendidikan di Karawang kembali tercoreng yang dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Adiarsa Timur 2 yang mengeluarkan 2 siswanya karena orang tua siswa melaporkan dugaan pungli di sekolah tersebut.

Ironisnya, Rukmini Kepala SDN Adiarsa Timur 2 berdalih dikeluarkannya 2 siswa tersebut tidak ada dalam Dapodik. Dasar dikeluarkannya 2 siswa tersebut atas dasar permintaan dari orangtua siswa lainnya. Bahkan tidak tanggung – tanggung, Udin Korwil Cambidik Karawang Timur turut membela keputusan SDN Adiarsa Timur 2 atas kesalahan yang telah diakukan oleh Kepsek yang nota bene merupakan anak buahnya.

Menanggapi hal itu, pengurus Laskar Merah Putih (LMP) Karawang Andri Kurniawan kecewa dan geram. Mengetahui kabar siswa SD yang dipaksa pindah sekolah oleh Kepala Sekolah.

“Ada yang janggal dalam permasalahan ini, kalau pengakuan Kepsek ke media massa, kalau pemindahan kedua siswanya itu berdasarkan permohonan orang tua siswa lainnya. Tapi dalam Surat Keterangan Pindah Sekolah alasan yang tertuang atas dasar permohonan kedua orang tua siswa.”,

Kata Andri, antara pernyataan Kepsek dimedia massa dengan isi surat berbeda. Hal ini sudah mengindikasikan adanya ketidak beresan. Belum lagi ada pernyataan kontradiktif lainnya, yaitu Kepsek dan Korwilcam mengatakan bahwa kedua siswa tersebut tidak terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Sementara anggota Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) mengatakan kedua siswa tersebut terdaftar di Dapodik, karena ia sudah mengechecknya. Kami minta Disdikpora Karawang, khususnya Kabid SD memanggil Kepsek dan Korwilcamnya,” katanya.

Menurut Andri, jika terbukti ada kesewenang – wenangan. Disdikpora Karawang dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karawang untuk memberikan sanksi tegas terhadap keduanya.

“Saya akan terus monitor perkembangan masalah ini, dengan cara memfollow up secara terus menerus kepada Kabid SD Disdikpora dan Kepala Badan (Kaban) BKPSDM Karawang,” katanya.
( HS/Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *